Breaking News:

Geliat Pariwisata dan MICE di DI Yogyakarta Terlihat Pada Triwulan III 2020

Pemda DI Yogyakarta (DIY) terus melakukan berbagai upaya dan strategi guna mendorong geliat pertumbuhan ekonomi di DIY.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DI Yogyakarta (DIY) terus melakukan berbagai upaya dan strategi guna mendorong geliat pertumbuhan ekonomi di DIY.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY mencatat perekonomian DIY pada triwulan III 2020 masih tumbuh minus jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun demikian Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan bahwa pada pada triwulan III ini tampak ada perbaikan jika dibandingkan dengan triwulan II 2020, yaitu tekanan kontraksinya lebih ringan, dari sebelumnya 6,72 persen menjadi 2,84 persen.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebanyak 12 Santri Pondok Pesantren di Pajangan Bantul Positif Covid-19 

Baca juga: Hari Pertama Penutupan Underpass Kentungan, Pagi Ini Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Baca juga: Anies Baswedan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya untuk Klarifikasi Terkait Acara Rizieq Shihab

"Jika kita melihat pada kenyataannya, memang teramati berbagai kegiatan perekonomian di DIY sudah kembali bergeliat. Perekonomian DIY triwulan III 2020 tumbuh dibanding triwulan II 2020. Ini artinya, perekonomian DIY dapat dikatakan menuju pemulihan," ujar Beny, Selasa (17/11/2020).

Ia mengungkapkan, kegiatan pariwisata maupun Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) mulai bergeliat kembali di DIY pada triwulan III 2020.

Selain itu sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 43,86 persen kemudian sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 23,17 persen pada triwulan III 2020.

Walaupun belum pulih sepenuhnya, ia melihat data menunjukan ada arah perkembangan perbaikan ekonomi yang positif bagi DIY.

Baca juga: BERITA TIMNAS U-19 : Bocoran Jadwal TC serta Agenda dan Lawan Uji Coba Skuat Garuda di Luar Negeri

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, Presiden Jokowi : Kalau Memang Tidak Baik Akan Saya Ganti

Baca juga: Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, PT Angkasa Pura I Lakukan Monitoring di Bandara 

Maka dari itu, ia menekankan agar pelaksanaan program atau kegiatan ekonomi wajib beradaptasi dengan kebiasan yang baru yang memperhatikan penerapan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE.

"Kami menerapkan strategi pemulihan ekonomi DIY yaitu mitigasi risiko dengan pencegahan penyebaran Covid dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan perkembangan situasi," ujarnya.

"Peningkatan kapasitas dalam penerapan protokol kesehatan, contohnya untuk pelaku pariwisata menerapkan CHSE. Kemudian penyiapan sarana, protokol dan sistem pelayanan kepariwisataan yang mendukung adaptasi kebiasaan baru," imbuhnya.

Lantaran kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih belum pulih, maka dari itu perlu difokuskan pada pasar domestik terlebih dahulu untuk mendorong geliat perekonomian.

Selain itu di sektor lain, disebutnya bahwa proyek strategis nasional di DIY dipastikan masih akan dilaksanakan seperti pembangunan jalan tol, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan sebagainya.

Dampak dari kegiatan infrastruktur dapat ditangkap sebagai stimulus pertumbuhan pusat-pusat kegiatan ekonomi. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved