Update Corona di DI Yogyakata

Disdikpora DI Yogyakarta Yakin Belum Ada Kasus Penularan Covid-19 dari Sekolah

Hingga saat ini belum ada kasus penularan Covid-19 yang bersumber dari kegiatan tatap muka di sekolah. 

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pemerintah daerah DIY pada Senin (16/11/2020) menyampaikan terdapat penambahan 67 kasus positif Covid-19 di DIY.

Di antara kasus positif baru tersebut, 12 di antaranya disebutkan merupakan hasil skrining kasus di sektor pendidikan. 

Ditanya mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya mengatakan hingga saat ini belum ada kasus penularan Covid-19 yang bersumber dari kegiatan tatap muka di sekolah. 

Baca juga: Disdikpora DIY Masih Tunggu Juknis Pengangkatan Guru Honorer

"Itu dari pendidikan (satuan pendidikan dalam kewenangan Disdikpora DIY) atau pesantren? Kalau pesantren kan di bawah Kemenag. Kalau di pendidikan sampai sekarang belum muncul, belum ada (kasus penularan Covid-19)," ungkap Didik kepada Tribunjogja.com, Selasa (17/11/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat ini DIY pada prinsipnya masih menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR).

Namun, untuk SMK sudah diizinkan menyelenggarakan pembelajaran praktik secara tatap muka dan terbatas.

Selain itu, jenjang SD hingga SMA/SMK diperkenankan melakukan konsultasi materi pelajaran secara terbatas di sekolah

Kendati demikian, lanjut Didik, kasus Covid-19 yang dialami oleh insan pendidikan sudah terjadi. 

Namun, penularan tidak berasal dari aktivitas di sekolah, melainkan dari keluarga atau lingkungan lainnya. 

Baca juga: Disdikpora DI Yogyakarta Akan Beri Sertifikat Apresiasi Kepada Guru yang Melakukan Ini

"Kalau insan pendidikan ada, tapi bukan dari hasil tatap muka melainkan dari keluarga. Ada yang harus karantina mandiri karena positif (Covid-19). Tapi bukan dari sekolah. Ada yang karena orang tuanya nakes atau kakaknya nakes juga kena," bebernya. 

Kepada insan pendidikan yang terkena Covid-19, Didik mengungkapkan, yang bersangkutan tidak diperkenankan masuk sekolah hingga dinyatakan sembuh. 

"Walaupun ada proses konsultasi terbatas itu tetap enggak boleh masuk. Sekolah juga harus langsung melakukan tracing. Pernah datang ke sekolah enggak setelah kena. Ruang-ruangnya juga disterilisasi, teman-temannya kami tracing juga di-rapid test. Enggak boleh masuk sampai sembuh," urai Didik. 

"Kalau dari siswa yang melakukan praktik atau konsultasi terbatas di masing-masing sekolah kami yakinkan sampai saat ini belum ada (kasus penularan Covid-19)," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved