Rekonsiliasi dengan Korea Utara, Korea Selatan Bangun Museum di DMZ, Pamerkan Sisa Perang Korea

Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menghabiskan 1,95 Miliar Won (USD 1,76 Juta) untuk mengubah pos penjaga di perbatasan dengan Korea Utara

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
english.hani
Benda-benda milik prajurit yang tewas dalam pertempuran selama Perang Korea 1950-53 digali di Arrowhead Ridge di kota perbatasan Zona Demiliterisasi, Cheorwon, Provinsi Gangwon 

Tribunjogja.com - Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menghabiskan 1,95 Miliar Won (USD 1,76 Juta) untuk mengubah pos penjaga di perbatasan dengan Korea Utara menjadi museum.

Ini dilakukan sebagai upaya rekonsiliasi antar Korea dan menghormati tentara yang tewas selama Perang Korea.

Pos penjaga di Arrowhead Ridge di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) telah digunakan sebagai tempat untuk memajang barang-barang yang digali dari bekas medan perang, mengungkap sisa-sisa tentara yang terbunuh dalam perang 1950-53.

Tim Investigasi MAKRI yang bertanggung jawab atas area DMZ
Tim Investigasi MAKRI yang bertanggung jawab atas area DMZ (yna)

Pada hari Senin (16/11/2020), komite sipil-pemerintah dalam pertukaran antar-Korea memutuskan untuk merombak pos penjaga yang sudah ketinggalan zaman menjadi museum untuk menghormati tentara yang jatuh.

Upaya itu juga untuk membantu orang-orang lebih memahami kebutuhan akan perdamaian dan rekonsiliasi di Semenanjung Korea, kata Kementerian Unifikasi.

Artefak yang ditemukan di Arrowhead Ridge milik anggota dinas juga akan dipamerkan.

Museum itu direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk mengikuti kesepakatan antar-Korea tentang penggalian bersama dan untuk mendorong visi mengubah DMZ menjadi zona damai, kata kementerian itu.

Di bawah kesepakatan militer bilateral yang ditandatangani pada 19 September 2018, kedua Korea sepakat untuk meluncurkan proyek penggalian bersama di Arrowhead Ridge, salah satu medan perang paling sengit selama perang.

Tetapi Korea Selatan telah melaksanakan proyek itu sendiri sejak tahun lalu, karena Korea Utara tidak menanggapi seruan untuk kerja bersama.

Komite juga memutuskan untuk menghabiskan lebih dari 1,3 miliar Won (USD 1,19 juta) untuk upaya menghubungkan kembali bagian kereta api di Selatan untuk Jalur Gyeongwon, rute kereta api antara Seoul dan kota pesisir timur Korea Utara Wonsan.

Baca juga: Kisah Tiga Orang Penulis Lirik Lagu K-Pop, Persaingan Ketat, Selalu Membutuhkan Ide Segar

Anggaran akan digunakan untuk biaya termasuk biaya pemeliharaan dan pengawasan.

Proyek restorasi untuk bagian Selatan Jalur Gyeongwon dihentikan pada Mei 2016 di tengah ketegangan yang meningkat setelah uji coba nuklir dan peluncuran rudal Pyongyang awal tahun itu.

Benda-benda milik prajurit yang tewas dalam pertempuran selama Perang Korea 1950-53 digali di Arrowhead Ridge di kota perbatasan Zona Demiliterisasi, Cheorwon, Provinsi Gangwon
Benda-benda milik prajurit yang tewas dalam pertempuran selama Perang Korea 1950-53 digali di Arrowhead Ridge di kota perbatasan Zona Demiliterisasi, Cheorwon, Provinsi Gangwon (Yonhap)

Dilansir artikel Korea Herald pada tahun 2019, penggalian tersebut menemukan banyak sisa-sisa perang yang terpendam di daerah tersebut, seperti helm dengan enam lubang peluru, sol sepatu dan baju-baju perang saat itu.

Saat itu, ada lebih 300 tentara muda Korea Selatan, Prancis dan Amerika tewas melawan pasukan Korea Utara dan Cina.

Di sisi lain, perang itu diyakini telah menghilangkan sekitar 3.000 tentara selama pertempuran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved