Breaking News:

BNPB: Pembatasan Diberlakukan di Pengungsian untuk Antisipasi Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melihat kesiapan dari Pemkab Magelang menghadapi Merapi sudah baik.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Bidang Dukung Kaji Cepat dan Perencanaan Operasi BNPB, Wing Prasetyo Ardi, saat diwawancarai di Command Center Pemkab Magelang,Senin (16/11/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melihat kesiapan dari Pemkab Magelang menghadapi Merapi sudah baik.

BNPB berharap dokumen rencana operasi sekaligus memasukan antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian dan antisipasi curah hujan yang meningkat yang berpotensi bencana.

Bidang Dukung Kaji Cepat dan Perencanaan Operasi BNPB, Wing Prasetyo Ardi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait penanganan darurat Merapi di Kabupaten Magelang. Ia menilai kesiapan dari pemkab sudah baik.

Kejadian yang terjadi pada 2006, 2010, serta kejadian yang terjadi di gunung lain seperti Gunung Agung dan Sinabung menjadi bahan pembelajaran. Hal yang baik dalam penanganan dicoba diterapkan saat ini.

"Kami melakukan koordinasi berkaitan penanganan darurat Merapi. SKPD di Kabupaten Magelang sudah baik. Kejadian 2006, 2010 sangat penting dan diambil pelajarannya. Belajar banyak dengan kejadian yang sudah pernah ada di provinsi lain seperti Gunung Agung, Gunung Sinabung. Kita coba terapkan yang baik diambil. Diterapkan di Kabupaten Magelang. Kesiapan di Magelang sudah baik," ujarnya, Senin (16/11/2020) saat diwawancarai di Command Center Pemkab Magelang.

Pihaknya pun memberikan catatan kepada Pemkab Magelang. Hal yang disampaikan pada rapat evaluasi penanganan Merapi, Senin (16/11/2020) ini oleh SKPD di Kabupaten Magelang dijadikan dokumen rencana operasi

"Nanti akan menjadi panduan teman-teman SKPD di Magelang. Persepsi yang sama, arahan dalam penanganan darurat Merapi," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Magelang Alokasikan BTT Rp5 Miliar untuk Tangani Bencana Erupsi Merapi

Baca juga: Sekeluarga Tukang Cukur Rambut di Magelang ini Berikan Layanan Pangkas Rambut Gratis untuk Pengungsi

Kemudian, masa penanganan darurat Merapi saat ini berada pada masa pandemi Covid-19, sehingga harus diperhatikan penerapan protokol kesehatan sehingga tak terjadi klaster baru di tempat pengungsian.

"Masa penanganan darurat ini ada ancaman lain. khususnya pandemi corona diperhatikan dengan baik. Jangan sampai terjadi klaster baru pengungsian. Tadi Pak Sekda dan Kepala Pelaksana BPBD mengatakan akan ada pembatasan jangan sampai orang luar tak diketahui datang ke lokasi dan masuk. Paling tidak ada screening test. itu harus diterapkan," ujarnya.

Terakhir adalah soal cuaca dimana curah hujan mengalami peningkatan. Sesuai prediksi dari BMKG, Wing mengatakan, anomali cuaca La Nina mesti diantisipasi, terlebih potensi yang dapat menyebabkan lahar dingin.

"Untuk hujan la nina, sesuai prediksi BMKG, curah hujan yang tinggi perlu diperhatikan juga. Takutnya ada lahar dingin yang perlu diperhatikan teman-teman di Kabupaten Magelang. Seputaran Merapi, Sleman, Boyolali harus siap," ujarnya.

Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB terkait penanganan Merapi ini. Semua sudah berjalan baik. Tinggal menjaga kekompakan antara pengungsi, pengelola dan relawan.

"Semua sudah baik, berjalan baik bahkan penilaian dari BNPB pun sangat baik, sangat siap, kita tinggal menjaga, memelihara, kekompakan, kebersamaan, baik pengungsi, maupun para pengelola dan relawan-relawan yang ada. Kondisi pengungsian dan kondisi Covid-19 semacam sekarang ini kita jaga bersama. Jadi sudah baik semua," ujarnya.(Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved