Gunungkidul
RSUD Saptosari Dipertimbangkan Jadi Rujukan Penanganan COVID-19
Pasca diresmikan, Pemkab Gunungkidul membuka kemungkinan untuk menjadikan RSUD Saptosari sebagai rujukan penanganan pasien COVID-19.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Aprita
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari, Gunungkidul resmi untuk beroperasi menjelang akhir 2020.
Peresmiannya dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul Badingah pada Kamis (12/11/2020) lalu.
Pasca diresmikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul membuka kemungkinan untuk menjadikan RSUD Saptosari sebagai rujukan penanganan pasien COVID-19.
"Akan kami pertimbangkan lebih lanjut soal itu (rujukan). Tapi memang ke depan akan ada pengembangan yang lebih luas untuk RS ini," kata Badingah usai peresmian kemarin.
Baca juga: RSUD Saptosari Diresmikan Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-56
Saat ini, terdapat dua fasilitas kesehatan (faskes) rujukan penanganan COVID-19.
Keduanya adalah RSUD Wonosari dan RS Panti Rahayu Karangmojo.
Faskes swasta lain pun siap membantu penanganan jika dibutuhkan.
Peluang dijadikannya RSUD Saptosari sebagai rujukan COVID-19 juga didasarkan pada penanganan pasien bahkan sejak sebelum diresmikan.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Saptosari dr. Eko Darmawan mengatakan RS ini memang sudah ditetapkan jadi RS darurat.
Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Nasional ke-56, Bupati Gunungkidul Apresiasi Kinerja Tenaga Medis
"Penetapan itu tidak hanya berlaku untuk penanganan pasien COVID-19 saja, tapi juga untuk layanan umum," jelas Eko.
Secara fasilitas pun RSUD Saptosari tergolong siap. Ia mengatakan saat ini sudah ada 2 unit ruang isolasi bertekanan negatif serta didukung dengan ruang ICU (Intensive Care Unit).
Adapun kapasitas untuk dua ruang isolasi tersebut mencapai 10 tempat tidur.
Sedangkan ICU memiliki 5 tempat tidur.
Eko mengatakan ruang-ruang tersebut sudah digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rsud-saptosari-dipertimbangkan-jadi-rujukan-penanganan-covid-19.jpg)