Debat Terakhir Pilkada, Paslon BaBe Sampaikan Konsep Desa Mandiri

Kesempatan itu pun tak disia-siakan oleh para pasangan calon (paslon), termasuk Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi saat tampil dalam debat ketiga Pilkada, Selasa (10/11/2020) lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Debat terakhir Pilkada Gunungkidul baru saja terlaksana pada Selasa (10/11/2020) lalu.

Kesempatan itu pun tak disia-siakan oleh para pasangan calon (paslon), termasuk Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi.

Paslon yang mengusung akronim BaBe ini memaparkan konsep kemandirian desa.

Konsep ini dianggap mampu menjawab persoalan yang kerap terjadi di Bumi Handayani.

Menurut Bambang, konsep tersebut sudah didukung dengan adanya regulasi.

Antara lain UU tentang Desa Mandiri dan UU Keistimewaan DIY.

Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Gelar Pameran Jogja Trade Expo 2020 Dukung Geliat Ekonomi UMKM

Baca juga: Dari Seluruh Kabupaten/Kota di DIY, Hanya Gunungkidul yang Sudah Mengirim Rekomendasi UMK 2021

"Kedua UU tersebut sudah jelas menyampaikan bahwa hanya masyarakat desa yang paham potensinya sendiri," katanya saat pemaparan visi-misi dalam debat tersebut.

Adapun potensi desa bisa beragam sesuai karakteristiknya, mulai dari sisi sosial, fisik, ekonomi, hingga pengelolaan.

Potensi ini pula yang dianggap bisa jadi solusi mengatasi berbagai persoalan, salah satunya krisis air bersih.

Merujuk pada data, Bambang menyebut Gunungkidul memiliki ketersediaan air bawah tanah melimpah.

Namun hal ini belum didukung dengan tata kelola yang baik.

"Saya yakin jika tata kelolanya dibenahi, maka persoalan air bersih bagi warga Gunungkidul tidak lagi berarti," kata Bambang.

Keduanya juga sepakat bahwa pemasukan asli desa bisa memperkuat Alokasi Dana Desa hingga APBDes.

Baca juga: BPPTKG : Guguran Gunung Merapi Semakin Sering, Ada Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal

Baca juga: Hasil Swab Warga di Tempat Pengungsian Magelang, 7 Negatif dan 2 Masih Menunggu Hasil

Hal inilah yang diperjuangkan BaBe, dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan lewat konsep desa mandiri.

Sementara Benyamin menyampaikan gagasan perlunya data terpadu kesejahteraan sosial berbasis desa. Data ini bisa membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved