Breaking News:

Masalah Status Lahan Jadi Kendala Pembangunan Tol Yogya - Solo

Persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Yogya- Solo masih menemui kendala salah satunya terkait status lahan

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Sekretaris Pengadaan Tanah Jalan Tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY, Syamsul Bahri, saat ditemui Tribunjogja.com, pada Rabu (11/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Yogya- Solo masih menemui kendala salah satunya terkait status lahan yang terdampak proyek tersebut.

Sekretaris Pengadaan Tanah Jalan Tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY, Syamsul Bahri mengatakan, memang permasalahan status lahan masih menjadi kendala dalam proses pembangunan jalan tol.

"Banyak  tanah warga yang terdampak pembangunan jalan tol berstatus hak waris. Sehingga, prosesnya menjadi lebih lambat karena banyaknya berkas yang harus dipenuhi," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (11/11/2020).

Sejauh ini, baru 6 dusun yang sudah terdata melewati proses inventaris dan identifikasi.

Semua dusun tersebut berada di daerah Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Nantinya, data-data ini yang akan menjadi panduan bagi tim penilai harga untuk menetapkan harga per bidangnya.

Baca juga: Satu Unit Ruko Habis Terbakar di Wirobrajan Yogyakarta

Baca juga: Jamin Hak ABH, Pemkot Yogyakarta Dorong Sinergitas Antar Lembaga

"Kami berikan waktu selama 14 hari setelah diumumkan untuk warga mengecek kembali supaya tak ada bidang yang terlewatkan," ujarnya.

Apabila ada ketidaksesuain dengan data, lanjut Syamsul, maka pihaknya akan melakukan pengecekan kembali untuk dipastikan luasan lahannya.

Rencananya, proses invetaris dan indentifikasi akan berlangsung hingga awal Desember 2020. Percepatan pendatan akan terus dilakukan untuk memperlancar pembangunan proyek nantinya.

"Kami akan terus lalukan percepatan terkait pendataan bidang. Agar penilaian dan pembayaran ganti untung juga bisa dilakukan dengan segera. Diharapkan realisasi bisa sesuai dengan targetnya," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved