Alasan Ki Manteb Sudarsono Berikan Tiga Karakter Wayang Ini kepada Anak Ki Seno Nugroho
Tiga wayang tersebut berupa Gatotkaca, Janoko, dan Buta Cakil. Diberikan tepat 7 hari meninggalnya Ki Seno Nugroho dengan harapan
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM Bantul -- Dalang senior Ki Manteb Sudharsono memberikan tiga wayang kulit kepada anak Ki Seno Nugroho, Gading Pawukir.
Tiga wayang tersebut berupa Gatotkaca, Janoko, dan Buta Cakil.
Diberikan tepat 7 hari meninggalnya Ki Seno Nugroho dengan harapan, kelak Gading dapat meneruskan dharma sang Bapak.
Ki Manteb mengatakan, wayang yang diberikan kepada Gading, termasuk Gatotkaca, merupakan wayang sabetan.
Adapun pemberian Janoko dan Buta Cakil, dua tokoh wayang yang selalu dimainkan dalam perang kembang itu, memiliki makna tersendiri.
"Susah-susahnya memainkan wayang itu perang cakil. Maka dari itu, si Gading saya gadang-gadang bisa memainkan perang cakil supaya bagus."
"Paling tidak seperti saya," ucapnya, seusai memberikan Wayang kepada Gading di Dusun Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Senin (9/11) .
Perang cakil atau perang kembang antara Janoko dan Buta Cakil menurutnya adalah perang gendiran.
Ki dalang harus bisa memainkan dua tokoh wayang yang saling berlainan gerak.
"Satu tangan (geraknya) pecilakan, satu tangan lainnya halus. Jadi paling sulit," jelas Ki Manteb.
Pemberian wayang kepada Gading juga dimaksudkan supaya anak Ki Seno Nugroho itu tumbuh rasa cintanya terhadap dunia perwayangan.
"Saya gadang-gadang memang bisa melebihi bapaknya," harap dia.
Selain mewariskan tiga wayang, Dalang yang dikenal dengan Jargon "Oye" itu juga memberikan nama tambahan "Seno Saputro" kepada Gading Pawukir.
Sebab, Gading merupakan anak Seno Nugroho dan sudah dianggap seperti cucunya sendiri.
Dalang beken Ki Seno Nugroho memang telah tiada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inilah-tiga-wayang-yang-diberikan-ki-manteb-kepada-anak-ki-seno-nugroho.jpg)