Berita Gunungkidul

Waspada Efek La Nina Mulai Terjadi Di Gunungkidul, Turun Hujan Deras, Angin Kencang dan Ombak Tinggi

Waspada Efek La Nina Sudah Mulai Terjadi Di Gunungkidul, Turun Hujan Deras, Angin Kencang dan Ombak Tinggi

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yudha Kristiawan
BPBD Kabupaten Magelang
Ilustrasi : Angin kencang melanda di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2020). Akibatnya, dua rumah warga tertimpa pohon. Akses jalan juga sempat tertutup dan jaringan listrik roboh tertimpa pohon. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angin kencang dan hujan deras yang belakangan melanda sebagian wilayah Yogyakarta, disebabkan fenomena La Nina.

Hal ini juga mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Salah satunya juga ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyebut La Nina juga akan berpengaruh pada ketinggian gelombang laut selatan DIY.

Baca juga: Gunung Merapi Siaga, Pengungsi Kelompok Rentan Terus Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan

Baca juga: Kronologi Kaki Pemancing di Indramayu Terjepit Pemecah Ombak Seberat 100 Kg, Dievakuasi 15 Petugas

"Tapi pengaruhnya kecil dan peningkatan gelombang laut hanya bersifat sesaat," kata Reni dihubungi pada Minggu (08/11/2020).

Ia menjelaskan, La Nina lebih banyak berdampak pada peningkatan curah hujan.

Adanya peningkatan ini menyebabkan banyaknya awan konvektif. Awan ini terbentuk karena pemanasan radiasi matahari.

Awan konvektif ini pula yang menyebabkan curah hujan tinggi alias hujan lebat disertai angin kencang. Reni menyebut ada kemungkinan angin kencang juga akan terjadi di lautan.

"Angin kencang ini bisa menyebabkan gelombang laut tinggi tapi dalam jangka waktu pendek," jelasnya.

Tak hanya itu, potensi badai tropis juga bisa terjadi saat musim penghujan ini. Pasalnya, suhu permukaan laut di Samudera Hindia dan perairan selatan Jawa memicu terbentuknya badai tropis.

Berkaitan dengan hal tersebut, imbauan kewaspadaan perlu diberikan pada masyarakat di pesisir. Termasuk di Gunungkidul. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko.

"Sejauh ini kami masih sebatas menyampaikan imbauan-imbauan biasa ke nelayan dan warga di pesisir," katanya.

Sunu mengatakan belum ada imbauan atau pun perintah khusus yang diberikan untuk mengantisipasi fenomena tersebut. Namun pihaknya tetap bersiaga manakala informasi atau peringatan dini diberikan.

Ia pun memastikan situasi perairan di selatan Gunungkidul saat ini masih terpantau normal. Begitu juga dengan ketinggian gelombangnya, sehingga belum membahayakan para nelayan.

"Nelayan sampai saat ini masih beraktivitas normal seperti biasa," ungkap Sunu.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved