Berita Bantul
Seruan Pedagang Sunmor Stadion Sultan Agung Bantul : Ayo Damai, Kami Mau Cari Nafkah Lagi
Seruan Pedagang Sunmor Stadion Sultan Agung Bantul : Ayo Damai, Kami Mau Cari Nafkah Lagi
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul menutup sementara komplek Stadion Sultan Agung (SSA).
Kebijakan penutupan diambil oleh Pemerintah pasca terjadinya insiden bentrok antar kelompok warga.
Penutupan stadion kebanggaan masyarakat Bantul itu, berdampak luas, terutama bagi pedagang kecil yang sehari-hari berjualan di-area stadion, maupun kelompok pedagang minggu pagi, atau sunday morning (sunmor).
Koordinator Lapangan pedagang sunmor SSA, Sukardi berharap Pemkab Bantul bisa segera menyelesaikan permalasahan yang terjadi sehingga komplek SSA bisa kembali dibuka.
Baca juga: Ini Dia Logistik Pilkada Bantul Yang Sebagian Sudah Siap. Sudah Ada Dua Ribu Lebih Kotak Suara
Baca juga: Ini Cara Lansia Jaga Kesehatan di Barak Pengungsian, Senam Relaksasi Bareng Tagana Sleman
"Tolong, kami dan temen-temen, hanya ingin mencari makan," kata dia, Minggu (8/11/2020).
Komplek SSA sebelumnya pernah ditutup saat awal pandemi Covid-19 merebak di Bumi Projotamansari.
Hampir tiga bulan ditutup, lalu dibuka kembali pada awal bulan Juli dengan ujicoba penerapan protokol kesehatan. Pada masa ujicoba, kata Sukardi, pedagang dan pengunjung, sebenernya sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan.
Bahkan, berkelindan waktu, roda ekonomi warga mulai menggeliat. Sebab, banyak pedagang yang menggantungkan hidup dari berjualan di-area stadion.
Sehingga ketika SSA kembali ditutup, menurut dia, dirasa akan sangat memberatkan.
"Para pedagang banyak yang bingung dan menangis, karena tidak bisa mencari nafkah," ujar Sukardi, seraya meminta kepada Pemkab Bantul agar memikirkan nasib para pedagang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, kebijakan untuk menutup sementara Stadion Sultan Agung karena mempertimbangkan keamanan dan ketertiban, menyusul insiden bentrok antar kelompok yang terjadi pada Minggu (1/11/2020) lalu.
Menurutnya, bentrokan sempat terjadi, antara kelompok A dan kelompok B. Apabila insiden itu dibiarkan, pihaknya menilai dapat berdampak dan mengganggu stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Bantul secara umum.
"Sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan untuk menjaga stabilitas, sebelum penyelenggaraan Pilkada, jajaran Forkopimda memutuskan untuk menutup sementara SSA," kata Helmi, Jumat lalu.
Ia meminta kepada para pedagang Sunday Morning, yang digelar setiap Minggu pagi dan biasanya memanfaatkan Komplek stadion untuk berjualan supaya bersabar terlebih dahulu.
Sebab, penutupan stadion pada dasarnya demi menjaga Kamtibmas menjelang diselenggarakannya Pemilihan Kepala Daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-sunmor-ssa-bantul-1.jpg)