Kota Yogya
Sepekan Setelah Libur Panjang, Pemkot Yogya Belum Menemukan Lonjakan Kasus Covid-19
Selama mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik, maka warga masyarakat bisa leluasa melakukan aktivitas apapun.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Belum adanya lonjakan kasus penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta setelah masa libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober lalu, diharap bisa menjadi pijakan kebangkitan ekonomi masyarakat.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, wisatawan dari berbagai daerah membanjiri kota pelajar sepanjang long weekend kemarin.
Namun, satu pekan berselang, pihaknya belum menerima laporan terkait peningkatan kasus corona.
"Liburan kemarin Yogyakarta penuh, hampir semua hotel kapasitasnya terisi di atas 90 persen, dari total kamar yang boleh dioperasikan. Tentu kami berharap, kedepannya bisa tetap aman," terangnya, Minggu (8/11/2020).
Baca juga: Berbatasan Dengan Kota, Pemkot Yogya Antisipasi Sebaran Covid-19 dari Ponpes di Krapyak
Heroe mengatakan, sejak jauh hari sebelum memasuki libur panjang, Pemkot Yogyakarta memang bersungguh-sungguh mempersiapkan masyarakat, khususnya pelaku pariwisata, mengenai penerapan protokol kesehatan.
Sebab, prokes adalah kunci dalam menekan sebaran virus.
"Kemarin kita benar-benar serius menyiapkan masyarakat, karena hendak menerima banyak tamu. Kita juga melakukan pemeriksaan acak pada wilayah-wilayah ramai pengunjung, termasuk di destinasi wisata," ungkapnya.
"Contohnya kemarin itu di Tamansari, ketika di sana terjadi lonjakan pengunjung, langsung kita siagakan tim, baik dari kecamatan, maupun Satpol PP, untuk memastikan tidak terjadi kerumunan wisatawan," imbuh Heroe.
Karenanya, Wakil Wali Kota Yogyakarta itu berharap, dengan antisipasi yang matang, sebaran corona di wilayahnya ini bisa terkendali.
Sehingga, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada libur panjang sebelumnya tak terulang.
Ia memaparkan, kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta antara Maret-Juli lalu hanya mencapai 58 saja.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Yogya Minta Pengelola Objek Wisata Lakukan Pembatasan Pengunjung
Namun, sebarannya kemudian melonjak secara signifikan setelah melewati masa libur panjang.
Alhasil, catatan kasus antara Agustus, sampai dengan September menyentuh angka 300.
"Hingga saat ini, akumulasinya mencapai 500 kasus dengan kasus aktif 32 orang. Sebagian besar merupakan orang tanpa gejala (OTG)," cetusnya.
Lebih lanjut, Heroe menyatakan, seandainya kedisiplinan bisa dipertahankan, maka kebangkitan ekomomi otomatis akan mengiringi.
Menurutnya, selama mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik, maka warga masyarakat bisa leluasa melakukan aktivitas apapun.
"Jadi bukan dibalik apa-apa tidak boleh. Boleh, selama kita memperhatikan protokol kesehatan. Terutama menyangkut potensi keramaian," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-yogyakarta-07102020.jpg)