Joe Biden Menang di Pilpres AS, Akhirnya Donald Trump Buka Suara

Joe Biden segera berkantor di Gedung Putih setelah meraup 284 suara elektoral dari 270 yang dia butuhkan untuk menang dalam Pilpres Amerika Serikat (A

Tayang:
Editor: ribut raharjo
MANDEL NGAN, ANGELA WEISS / AFP
Presiden Donald Trump dan penantang Demokrat Joe Biden 

 WASHINGTON DC, TRIBUN - Joe Biden segera berkantor di Gedung Putih setelah meraup 284 suara elektoral dari 270 yang dia butuhkan untuk menang dalam Pilpres Amerika Serikat (AS).

Sang petahana, Presiden Donald Trump pun tersingkir. Kemenangan Joe Biden diberitakan oleh media-media ternama AS seperti CNN, NBC News, dan CBS News.

Tapi apa kata Trump atas kemenangan Biden tersebut?

Presiden Donald Trump menyatakan, Pilpres AS ini masih jauh dari akhir meski Joe Biden sudah resmi mengalahkannya.

Pernyataan itu diungkapkan melalui rilis yang diterima media AS, di mana presiden sendiri tiba di padang golf di Virginia.

Dalam rilis itu, presiden berusia 74 tahun itu menuding Biden sudah melakukan kepalsuan ketika akhirnya terpilih sebagai presiden ke-46 AS.

Dia juga menuding media massa di "Negeri Uncle Sam" membantu kandidat dari Partai Demokrat itu agar tidak ingin mengungkap kebenarannya.

"Kita tahu fakta sederhananya adalah Pilpres AS ini belum berakhir," kata Trump dalam rilisnya sebagaimana diberitakan BBC Jumat (7/11/2020).

Dia merujuk bahwa hasil ini merupakan proyeksi dari media AS, di mana komisi pemilihan sendiri belum mengumumkan secara resmi.

Sang petahana kemudian mengatakan bahwa mulai Senin (9/11/2020), tim kampanyenya bakal memulai proses menggugat sejumlah hasil penghitungan.

Timnya sebenarnya sudah memulanya sekitar dua hari sejak Pilpres AS digelar, di mana sejumlah negara bagian menolak gugatan mereka.

Trump mengeklaim, masih tanpa bukti, bahwa Joe Biden bersikukuh agar surat suara yang dikirim lewat pos juga masuk ke dalam penghitungan.

Padahal, seperti yang diklaimnya, surat suara lewat pos itu palsu, dibuat-buat, bahkan ada yang berisi identitas orang yang sudah meninggal.

"Jadi, apa yang Biden sembunyikan? Saya takkan beristirahat hingga rakyat Amerika mendapatkan penghitungan paling jujur," tegasnya.

Pengamat pemilu maupun pejabat setempat sudah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi selama proses.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved