Kenali Gejala Awal dan Faktor Risiko Serangan Jantung
Gejala yang mungkin disertai dengan rasa sakit, mati rasa dan lemah, muncul ketika pembuluh darah di kaki atau lengan menjadi menyempit.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Serangan jantung termasuk ke dalam kondisi darurat medis, lantaran bisa menyebabkan kematian mendadak.
Kondisi ini terjadi ketika satu atau lebih dari arteri koroner tersumbat.
Kondisi itu kemudian membatasi jumlah darah yang dialirkan ke jantung hingga memicu kekurangan oksigen.
Penyumbatan adalah hasil dari penyempitan arteri, suatu proses yang disebut penyakit jantung koroner (PJK).
Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama serangan jantung dan merupakan pembunuh utama baik di Inggris maupun di seluruh dunia.
Menurut Mayo Clinic, dingin di kaki atau lengan adalah gejala penyakit jantung.
Gejala yang mungkin disertai dengan rasa sakit, mati rasa dan lemah, muncul ketika pembuluh darah di kaki atau lengan menjadi menyempit.
Gejala awal serangan jantung seringkali tak dirasakan sehingga banyak orang yang harus kehilangan nyawa karena penyakit ini.
Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.
Padahal, suplai darah cukup penting untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung agar bekerja optimal.
Jika darah tidak mengalir lancar, jantung bisa rusak atau mati.
Tentunya, kondisi ini bisa mengancam nyawa.
Serangan jantung memang terjadi secara tiba-tiba tetapi biasanya telah disebabkan oleh penyakit jantung yang sudah berlangsung lama.
Misalnya, adanya penumpukan plak di dalam pembuluh darah.
Lambat laun, hal ini bisa menghambat aliran darah dan memicu serangan jantung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nyeri-dada-non-penyakit-jantung.jpg)