Pilpres AS

Hasil Suara Pilpres AS 2020, Donald Trump atau Joe Biden, Pantau Disini

Hasil Suara Pilpres Presiden Amerika Serikat 2020 Donald Trump atau Joe Biden

Editor: Iwan Al Khasni
Seth Herald / AFP
Warga memberikan hak suaranya pada 3 November 2020 di Sekolah Dasar Eisenhower di Flint, Michigan, Amerika Serikat 

Tribunjogja.com --- Amerika Serikat menggelar pesta demokrasi empat tahunan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat. 

Pada Pemilu Presiden AS 2020, Partai Republik mengusung petahana Donald Trump sebagai calon presiden dan Mike Pence sebagai calon wakil presiden.

Donald Trump dan Joe Biden
Donald Trump dan Joe Biden (SAUL LOEB, Ronda Churchill / AFP)

Adapun Partai Demokrat di Pemilu Presiden AS 2020 mengajukan Joe Biden yang pernah menjadi Wakil Presiden AS di Pemerintahan Barack Obama sebagai kandidat presiden, dengan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden.

Gelaran Pilpres AS 2020 ini juga menjadi topik perbincangan hangat di media sosial Twitter pada Rabu (4/11/2020) pagi waktu Indonesia.

Pantauan langsung link di akhir artikel

Tagar #ElectionDay digunakan oleh warganet untuk menyemarakkan suasana Pemilu yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini.

1. Electoral college

Seorang calon presiden Amerika Serikat yang mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat belum tentu memenangkan pemilihan presiden.

Penyebabnya, presiden AS tidak dipilih secara langung oleh masyarakat, melainkan oleh lembaga yang dikenal dengan istilah electoral college atau lembaga pemilih.

Ketika warga AS datang ke tempat pemungutan suara, mereka sebenarnya memilih orang-orang yang bakal duduk dalam electoral college.

Melansir BBC, 12 Agustus 2020, tugas utama anggota electoral college adalah memilih presiden dan wakil presiden.

Mereka bekerja setiap empat tahun sekali, yakni beberapa pekan setelah pemungutan suara oleh masyarakat di negara bagian.

Pada saat itulah mereka menjalankan tugas. Anggota electoral college dicalonkan oleh partai politik di tingkat negara bagian.

Mereka biasanya petinggi partai atau sosok yang berafiliasi dengan kandidat presiden dari partainya.

Di surat suara, nama mereka biasanya muncul di bawah nama kandidat presiden. Namun ada juga negara bagian yang tidak mencetak nama calon anggota electoral college.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved