Kota Yogya
Pengunjung Malioboro Meningkat Tiga Kali Lipat Selama Libur Panjang
Pandemi Covid-19 sama sekali tidak mengurangi minat wisatawan untuk menghabiskan libur panjang dan cuti bersamanya di Kota Yogyakarta.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi Covid-19 sama sekali tidak mengurangi minat wisatawan untuk menghabiskan libur panjang dan cuti bersamanya di Kota Yogyakarta.
Sejauh ini, kawasan Malioboro masih menjadi destinasi favorit, dimana jumlah pengunjungnya melonjak signifikan.
Benar saja, pesona Malioboro, terutama bagi pelancong dari luar daerah, seakan tidak luntur diterpa pandemi.
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi pun mencatat, selama liburan kali ini, wisatawan di Malioboro melonjak sampai tiga, atau empat kali lipat untuk data per harinya.
Baca juga: Sampah Menumpuk, UPT Malioboro Mengaku Prihatin
"Harian selama liburan meningkat tiga, sampai empat kali lipat dari hari biasa. Kamis-Jumat kemarin mencapai 4.400 lebih yang tercatat dalam QR Code di lima zona. Pada hari biasa, wisatawan yang tercatat sekitar 1.000-2.000 pengunjung," jelasnya, Minggu (1/11/2020).
Pria yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya itu mengungkapkan, selama libur panjang ini, pihaknya telah mengerahkan personel lintas instansi di kawasan Malioboro, guna memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan sebaik mungkin.
"Terdiri dari Jogoboro, Satpol PP, Dishub, Komunitas, hingga TNI-Polri. Ya, ini untuk mengkondisikan kawasan Malioboro, terutama agar pengunjung senantiasa memakai masker, menjaga jarak dan mengurai kerumunan," ujarnya.
Heroe mengakui, masih banyak pelanggaran prokes yang dijumpai di kawasan Malioboro sepanjang long weekend ini, khususnya terkait masker.
Baca juga: Kapasitas Terbatas, Pemkot Yogya Minta Wisatawan Tidak Memaksakan Parkir di Sekitaran Malioboro
Pihaknya pun tidak pandang bulu.
Bahkan, beberapa turis dipaksa menelan ludah, karena dilarang memasuki kawasan Malioboro.
"Selama liburan ini pelanggaran memang masih sering ditemui, paling banyak banyak adalah pengunjung yang tidak memakai masker dengan benar, atau sama sekali tidak membawa masker," tambah orang nomor dua di Kota Yogya itu.
"Sebagian besar hanya diingatkan. Tapi, yang tak membawa masker, diminta tidak masuk ke Malioboro. Masih ada sekira tiga, atau empat orang, yang sama sekali tidak membawa masker. Akibatnya, mereka diminta keluar dari Malioboro," imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-yogyakarta-07102020.jpg)