Breaking News:

Wisata

Banjir Wisatawan di Yogya , Pengelola dan Wisatawan Harus Patuh Protokoler Kesehatan

Banjir Wisatawan di Yogya , Pengelola dan Wisatawan Harus Patuh Protokoler Kesehatan

Tribunjogja/ Alexander Ermando
Ilustrasi :Wisatawan meramaikan Taman Bunga Amarilis di Kapanewon Patuk, Gunungkidul pada Jumat (30/10/2020) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta kembali dipadati oleh wisatawan di libur cuti bersama hingga akhir pekan ini, Minggu (1/10/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, terkait membeludaknya kunjungan wisatawan ini, sejak awal Gubernur DIY mengambil kebijakan untuk tidak menolak atau melarang datangnya wisatawan di DIY, terutama di destinasi wisata.

Namun demikian, ia juga memastikan bahwa baik pengunjung maupun penyelenggara tempat tujuan wisata harus mematuhi protokol kesehatan.

"Saya kira (long weekend) bisa berdampak ekonomi yang cukup baik. Tapi kita tidak boleh kemaruk dan menjaga protokol kesehatan dengan baik," jelas Baskara.

Baca juga: Malioboro Terus Dikunjungi Wisatawan Luar Daerah pada Hari Terakhir Libur Panjang

Baca juga: Objek Wisata Bukit Sidoguro Klaten Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi Maksimal 1000 Orang

Sekda DIY pun menegaskan bahwa aparat kepolisian, Satpol PP dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah bergerak melakukan pengamanan di destinasi wisata.

Jika terbukti ada pelanggaran, aparat akan tegas melakukan penindakan, baik itu ke pengelola ataupun wisatawan yang datang.

"Kalau melanggar bisa dibubarkan dan menutupnya," tegas Baskara.

Ketegasan pemerintah daerah dalam menerapkan protokol kesehatan juga diungkapkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Ia mengungkapkan bahwa masih banyak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, terutama wisatawan yang tidak mengenakan masker.

Tindakan tegas pun dilakukan, seperti di Malioboro, wisatawan yang tidak mengenakan masker dilarang masuk kawasan itu.

Meski aturan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, namun jumlah wisatawan di Malioboro terlihat melonjak cukup tinggi dibandingkan hari biasa.

Melihat kondisi ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono menjelaskan bahwa ekonomi DIY mulai bergerak seiring dengan melonjaknya kedatangan wisatawan saat libur panjang akhir pekan ini.

Namun demikian, hal itu masih dirasa kurang untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang terdampak Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomdi tahun 2019 sudah diprediksikan positif di sekitar 4% lebih. Dan di tahun 2020 diprediksi masih negatif, tapi mudah-mudahan tidak terlalu dalam," ungkapnya.

Penulis: Santo Ari
Editor: Yudha Kristiawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved