Pesawat Tempur Rusia Bombardir Basis Pemberontak di Suriah, Tewaskan 78 Orang

Pesawat Tempur Rusia Bombardir Basis Pemberontak di Suriah, Tewaskan 78 Orang

Editor: Hari Susmayanti
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Gambar yang diambil pada 1 Februari 2020 menunjukkan kendaraan militer Turki di pos observasi kota Saraqeb, timur Idlib, Suriah, di mana jalurnya mengarah ke persimpangan dekat kota tetangga Aleppo. 

TRIBUNJOGJA.COM, IDLIB - Serangan udara yang dilancarkan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia di wilayah Suriah bagian barat laut pada Senin (26/10/2020) menewaskan puluhan pemberontak.

Selain itu, serangan itu juga melukai puluhan orang lainnya.

Serangan dari Rusia tersebut menargetkan kamp pelatihan faksi Faylaq Al Sham di daerah Jabal Duwayli di kota Idlib, kata Observatorium HAM Suriah yang dikutip AFP.

Serangan besar sebelumnya terjadi pada Desember yang menewaskan lebih dari 500 warga sipil dan membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi.

AS Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman menggambarkan serangan pada Senin di dekat perbatasan Turki sebagai "yang paling mematikan sejak gencatan senjata berlaku".

Dia juga menerangkan, itu adalah serangan udara Rusia yang korbannya terbanyak, terhadap pemberontak dalam satu hari sejak intervensi militer Moskwa di Suriah pada 2015.

Di Idlib seorang jurnalis AFP melihat puluhan warga menghadiri permakaman beberapa prajurit.

Baca juga: Masa Embargo Senjata Segera Berakhir, AS Cari Strategi Agar Iran Tak Beli Senjata China dan Rusia

Baca juga: Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan Pimpinan Al-Qaeda di Suriah

Kepala mereka menunduk dengan tangan tergenggam dan berbaris rapi di depan peti mati.

Front Pembebasan Nasional (NLF) mengatakan kepada AFP, serangan Rusia kemarin menghantam salah satu posnya dan memakan korban, tapi tidak membeberkan angka korban tewas.

Juru bicara NLF Sayf Raad mengecam "pesawat Rusia dan pasukan rezim terus menerus melanggar kesepakatan Turki-Rusia dengan menargetkan pos-pos militer, desa, dan kota."

Gencatan senjata Maret sebagian besar masih berlangsung, meski beberapa pengeboman silih berganti terjadi.

Serangan udara Rusia dari waktu ke waktu menargetkan pos-pos militer, termasuk kelopmpok yang didukung Turki, kata Abdel Rahman.

Sejumlah analis menilai serangan kemarin adalah peringatan bagi Ankara, karena Turki mengirim proksi Suriahnya untuk berperang dalam konflik di Nagorno-Karabakh dan Libya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suriah Digempur Serangan Udara Rusia, 78 Pemberontak Tewas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved