Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan Pimpinan Al-Qaeda di Suriah

Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan Pimpinan Al-Qaeda di Suriah, Para Milisi Tengah Makan Malam

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
AFP
Kelompok militan Al-Nusra yang berafiliasi ke Al-Qaeda termasuk di dalam daftar kelompok teroris yang diawasi Amerika Serikat. 

TRIBUNJOGJA.COM, DAMASKUS - Serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat di barat laut Suriah pada Kamis (22/10/2020) menewaskan belasan milisi dan pimpinan Al-Qaeda.

Serangan tersebut menyasar pimpinan Al-Qaeda yang tengah makan malam di sebuah tenda.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan 5 warga sipil juga termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan tersebut.

"Pasukan AS melakukan serangan terhadap sekelompok pemimpin senior Al-Qaeda di Suriah (AQ-S) yang bertemu di dekat Idlib, Suriah," kata Mayor Beth Riordan, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (23/10/2020).

"Penghabisan para pemimpin AQ-S ini akan mengganggu kemampuan organisasi teroris untuk merencanakan lebih lanjut dan melakukan serangan global yang mengancam warga AS, mitra kami, dan warga sipil tak berdosa," kata Riordan dalam sebuah pernyataan.

Riordan tidak merinci jumlah kematian akibat serangan itu.

Namun, observatorium yang berbasis di Inggris mengatakan operasi itu, yang menargetkan pertemuan makan malam para milisi di desa Jakara di daerah Salqin, menewaskan sedikitnya 17 milisi termasuk 11 pemimpin.

Desa itu terletak di benteng pemberontak besar terakhir Suriah di Idlib, yang didominasi oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang dipimpin oleh mantan afiliasi Al-Qaeda, dan sekutu pemberontaknya.

Baca juga: Serangan Rudal Militer Israel Tewaskan Lima Tentara Suriah dan Sekutu

Namun, kelompok milisi lainnya, termasuk faksi saingan yang terkait dengan Al-Qaeda, Hurras al-Deen, juga hadir di daerah tersebut.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan bahwa ada 5 milisi non-Suriah yang ikut terbunuh dalam kejadian itu, tetapi kewarganegaraan mereka tidak segera diketahui.

"Mereka diundang makan malam di tenda di sebuah peternakan di Jakara," kata Rahman.

Ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan para pemimpin yang menentang HTS dan yang menolak kesepakatan Rusia-Turki, yang menyebabkan gencatan senjata yang rapuh di Idlib.

"Beberapa (di antara peserta pertemuan) dekat dengan Hurras al-Dien," ujarnya.

Perjanjian Maret antara pendukung pemberontak Ankara dan sekutu pemerintah Moskwa menghentikan serangan mematikan oleh pasukan pemerintah terhadap wilayah sekitar 3 juta orang itu.

Sebuah koalisi pimpinan AS hadir di timur negara itu, di mana serangan udaranya telah mendukung pasukan pimpinan Kurdi yang memerangi sisa-sisa kelompok ISIS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved