Hadapi Fenomena La Nina, Sujarwanto Imbau Warga Klaten Tingkatkan Kewaspadaan
Hadapi Fenomena La Nina, Sujarwanto Imbau Warga Klaten Tingkatkan Kewaspadaan
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena La Nina pada musim hujan kali ini.
Dengan adanya potensi La Nina, diprediksi akan terjadi intensitas curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan potensi angin kencang, banjir hingga tanah longsor.
Hal itu ia sampaikan seusai Apel kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Klaten yang diselenggarakan di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (27/10/2020).
"Nah, dengan adanya potensi La Nina ini, apa yang akan terjadi, adanya potensi angin kencang, angin ribut atau angin puting beliung," ujarnya saat ditemui awak media seusai apel tersebut.
Ia mengatakan, pada fenomena La Nina akan terjadi peningkatan intensitas hujan hingga 40 persen dari keadaan normal.
"Setelah itu, air yang berlebih dari intensitas hujan yang meningkat hingga 40 persen itu bisa menyebabkan banjir, setelah banjir di daerah berlereng adanya potensi tanah longsor dan ini yang mesti kita waspadai," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Pabrik Kayu di Magelang Terbakar, Belasan Mobil Pemadam Dikerahkan
Baca juga: Peringatan Dini 27 Oktober 2020 : Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah DI Yogyakarta Hari Ini
Atas dasar itu, kata Sujarwanto, Pemerintah Kabupaten Klaten bersama stakeholder terkait menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana pada musim hujan kali ini.
Adapun unsur yang terlibat yakni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, TNI, Polri, PLN, PMI dan sejumlah unsur lainnya.
"Apel ini bukan sekadar baris-berbaris, tapi menampakan kesiapsiagaan tim dari lintas sektor. Selain itu juga melihatkan ke publik kalau kita siap untuk melayani masyarakat," ulasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Sip Anwar mengatakan wilayah Kabupaten Klaten bakal memasuki musim penghujan pada akhir Oktober hingga Maret 2020.
"Kami berharap pada musim hujan kali ini, semua stakeholder terkait selalu siap dan waspada," ucapnya.
Diakui Sip Anwar, di kabupaten Klaten terdapat 7 kecamatan yang selalu menjadi langganan banjir setiap masuknya musim penghujan karena berada di aliran Sungai Dengkeng dan anak sungai lainnya.
Adapun 7 kecamatan itu yakni, Prambanan, Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Pedan, Karangdowo dan Gantiwarno.
"Daerah-daerah ini secara geografis berada di daerah rendah atau cekungan sehingga beberapa desa di daerah ini sering terdampak banjir jika terjadi luapan air Sungai Dengkeng," imbuhnya.
Untuk antisipasi itu, pada musim hujan tahun ini, pihaknya bakal mendirikan posko di setiap kecamatan dan menyiapkan logistik kebencanaan.
Untuk posko tersebut, akan mulai dibuka pada 1 November 2020 hingga 31 Maret 2021. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)