Breaking News:

Bandar Narkoba di Surabaya Paksa Keponakan yang Masih SD Antar Sabu ke Pembeli

Bandar Narkoba di Surabaya Paksa Keponakan yang Masih SD Antar Sabu ke Pembeli

Editor: Hari Susmayanti
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Jaringan tersangka Yatiek (bawah paling kiri) yang dibongkar Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. 

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Seorang kurir narkoba di Kota Surabaya tega memanfaatkan keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk menjalankan bisnis haramnya.

Kurir narkoba bernama Yatiek (31) tersebut mengancam tidak akan memberi uang jajan jika tidak menuruti permintaanya mengirimkan paket narkoba kepada pembelinya.

Namun sepak terjang Yatiek menjadi sindikat narkoba di Kota Surabaya berakhir setelah diringkus oleh petugas dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Yatiek (31) ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 1,5 kilogram.

Dalam melakukan operasional peredaran sabu, Yatiek memanfaatkan keponakannya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) sebagai pengantar sabu kepada pembelinya.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, tersangka selalu mengancam keponakan dengan tidak memberikan uang jajan bila tidak mau menuruti perintahnya.

"Keponakannya itu tinggal bersama tersangka. Kalau tidak mau (mengantar) diancam tidak diberikan uang jajan, ini yang membuat kami benar-benar menyatakan perang terhadap narkoba.

Karena sampai anak kecil pun dilibatkan," terang Memo.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Vaksin Virus Corona di Indonesia Dipastikan Efektifitas dan Keamanannya

Baca juga: Kisah dan Kesaksian Peserta Kongres di Balik Momen Menegangkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Guna memulihkan psikis anak tersebut, Memo menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Kami sudah berkoordinasi dengan KPAI, agar memberikan pendampingan untuk memulihkan psikisnya," tambahnya.

Memo memaparkan, bahwa keluarga besar tersangka Yatiek terlibat jaringan narkoba dan saat ini mendekam di beberapa Lapas Jawa Timur.

"Pamannya saat ini mendekam di Lapas Pamekasan, Kakaknya di Lapas Madiun. Begitu juga adiknya juga sebagai terpidana dalam perkara yang sama," pungkasnya.

Tersangka yang tidak koorperatif saat memberikan keterangan, membuat petugas sempat mengalami kesuliatan untuk melakukan pengembangan.

Namun dari petunjuk yang didapat, barang sabu itu mengarah pada Zakaria (32) warga Mojowarno Jombang, bandar yang dikendalikan Letto terpidana di Lapas Lampung.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Parah, Perempuan di Surabaya Manfaatkan Keponakan yang Masih SD untuk Antarkan Sabu

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved