Aktivitas Merapi
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Kembali Meningkat, Laju Deformasi 2 Cm/Hari
BPPTKG melaporkan terjadi peningkatan intensitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini, yakni 16-22 Oktober 2020, dibanding minggu sebelumnya.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi peningkatan intensitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini, yakni 16-22 Oktober 2020, dibanding minggu sebelumnya.
"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (23/10/2020).
Ia menyebutkan, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 167 kali gempa Hembusan (DG), 63 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 433 kali gempa Fase Banyak (MP), 23 kali gempa Low Frekuensi (LF), 170 kali gempa Guguran (RF), dan 16 kali gempa Tektonik (TT).
Sementara, dari sisi deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh Gunung Merapi, pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 2 cm/hari.
Baca juga: Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Meningkat, Laju Deformasi 1 Centimeter per Hari
Jarak tunjam electronic distance measurement (EDM) di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,183 m hingga 4.044,319 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,663 m hingga 3.858,759 m. Baseline GPS Pasarbubar – Jrakah berkisar pada 5.384,47 m hingga 5.384,48 m.
Hanik menerangkan, pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 23 mm/jam selama 45 menit di Pos Kaliurang pada 16 Oktober 2020.
“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” imbuhnya.
Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.
Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.
Tinggi asap maksimum 500 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 21 Oktober 2020 pukul 06.14 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 22 terhadap tanggal 11 Oktober 2020 tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.
Baca juga: Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Naik Dibandingkan Minggu Lalu
Foto drone pada 18 Oktober 2020 sebagian tertutup kabut sehingga tidak diperoleh hasil perhitungan volume kubah lava.
“Volume kubah lava diperkirakan masih sama seperti perhitungan sebelumnya pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3. Berdasarkan analisis foto drone tersebut, tidak teramati adanya material magma baru,” ungkap Hanik.
Menurut Hanik, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut dapat disimpulkan kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.