Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Naik Dibandingkan Minggu Lalu

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (9/10/2020).

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles3 tanggal 2 Oktober terhadap 1 Oktober 2020. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi peningkatan intensitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini, yakni 2-8 Oktober 2020, dibanding minggu sebelumnya.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (9/10/2020).

Hanik menyebutkan, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 32 kali gempa Hembusan (DG), 19 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 194 kali gempa Fase Banyak (MP), 21 kali gempa Low Frekuensi (LF), 65 kali gempa Guguran (RF), dan 10 kali gempa Tektonik (TT).

Adapun kegempaan Gunung Merapi minggu lalu (25 September-1 Oktober 2020) di antaranya 30 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 15 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 134 kali gempa Fase Banyak (MP), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 32 kali gempa Guguran (RF), dan 11 kali gempa Tektonik (TT).

BMKG Uji Alat Deteksi Gempa Bumi di Bandara YIA

Sementara, terkait deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh Gunung Merapi, pada minggu ini terjadi pemendekan jarak tunjam sekitar 2 centimeter.

"Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM (electronic distance measurement) pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 centimeter," tutur Hanik.

Pada minggu ini, sempat terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan
intensitas curah hujan tertinggi sebesar 45 mm/jam selama 20 menit di Pos Kaliurang pada 4 Oktober 2020.

Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Aktivitas Terkini Gunung Merapi, Pekan Ini Terjadi Pemendekan Jarak Tunjam Sebesar 3 Sentimeter

Dari pengamatan secara visual, lanjut Hanik, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

Tinggi asap maksimum 150 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 5 Oktober 2020 pukul 06.05 WIB.

"Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 meter kubik," paparnya.

Pengakuan Penambang Temukan Batuan Kuno, Diduga Terkubur Letusan Gunung Merapi 1.000 Tahun Lalu

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, Hanik mengungkapkan, disimpulkan kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas waspada.

“Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif. Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian,” paparnya. (uti)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved