5 Bahan Pelumas yang Harus Dihindari Saat Bercinta
Selain menggunakan produk pelumas yang diproduksi khusus, ada beberapa bahan alami yang bisa dijadikan pelumas, seperti minyak kelapa dan aloe vera.
Tribunjogja.com - Sejumlah orang kadang menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Ada banyak alasan mengapa pasangan menggunakan pelumas.
Di antaranya adalah karena vagina kering, hingga menambah sensasi saat berhubungan.
Selain menggunakan produk pelumas yang diproduksi khusus, ada beberapa bahan alami yang bisa dijadikan pelumas, seperti minyak kelapa dan aloe vera.
Dilansir Health, pelumas terbaik berbahan dasar air atau silikon dan tidak mengandung pewangi kimiawi, pewarna atau bahan penyebab iritasi lainnya.
Meski bisa memanfaatkan bahan alami, bukan berarti Anda bisa secara sembarangan menggunakan suatu bahan sebagai pelumas.
Ada beberapa bahan pelumas yang perlu dihindari karena memiliki risiko kesehatan, terutama ketika dilakukan penetrasi ke dalam vagina. Beberapa bahan tersebut antara lain:
1. Lotion
Beberapa orang mungkin masih menduga bahwa lotion adalah alternatif pelumas yang baik, padahal kenyataannya tidak demikian.
Bahkan lotion yang berlabel alami sekalipun bisa mengandung pewarna dan parfum, bisa juga mengandung paraben, yang diyakini beberapa ahli berpotensi mengganggu hormon.
2. Minyak zaitun
Konsumsi minyak zaitun memang baik untuk jantung dan bisa membuat kulit berkilau. Namun, meskipun minyak zaitun adalah pilihan yang bagus untuk pijat dan foreplay, pendidik seks, pelatih dan psikolog berlisensi, Liz Powell, PsyD mengatakan bahan ini tidak begitu baik untuk penetrasi.
Terutama jika Anda menggunakan kondom. Sebab, minyak alami apa pun dapat melemahkan lateks di kondom, sehingga membuat Anda kurang terlindungi dari kehamilan dan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Baca juga: Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks yang Ideal untuk Pasangan Menikah?
3. Petroleum jelly
Pelumas yang ideal akan membuat penetrasi menjadi lebih lancar ketika berhubungan intim, bukan justru membuat lengket, seperti efek yang cenderung dirasakan ketika menggunakan petroleum jelly. Petroleum jelly sulit untuk dibersihkan dan dapat menahan bakteri, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan iritasi atau infeksi.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa perempuan yang menggunakan petroleum jelly sebagai pelumas ketika berhubungan intim memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami vaginosis bakterial.
Baca juga: Lakukan 3 Cara Ini Setelah Bercinta, Agar Membantu Cepat Hamil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hubungan-seks-pasangan.jpg)