Breaking News:

Penanganan Covid

Sebanyak 8.000 UMKM, PKL hingga Pedagang Pasar di Kota Magelang Diusulkan Terima BPUM

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo, mengatakan, bantuan presiden terkait BPUM dari Pemerintah Pusat

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo, Rabu (21/10/2020) saat diwawancarai usai penyerahan bantuan kepada PKL, koperasi dan pengrajin mainan terdampak Covid-19 di Pendopo Pengabdian, Rumah Dinas Wali Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 8.000 pelaku usaha dari UMKM, PKL hingga pedagang pasar di Kota Magelang telah diajukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang untuk mendapatkan Bantuan Pemodalan Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM).

Sekitar 300-500 lainnya sedang diusulkan untuk mendapatkan bantuan ini.

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo, mengatakan, bantuan presiden terkait BPUM dari Pemerintah Pusat melalui KemenkopUKM, Disperindag Kota Magelang sudah mengusulkan 8.000 pelaku UMKM, PKL dan pedagang pasar.

"Itu dari disperindag, kami hanya sebatas sebagai pengusul. Kita sudah di tahap pertama kami mengusulkan hampir sebanyak 8.000. Ada UMKM, PKL, pedagang pasar. Jadi pelaku usaha kita usulkan. Alhamdulillah kita tahap pertama sudah mengusulkan 8.000 itu," katanya, Rabu (21/10) saat diwawancarai usai penyerahan bantuan kepada PKL, koperasi dan pengrajin mainan terdampak Covid-19 di Pendopo Pengabdian, Rumah Dinas Wali Kota Magelang.

Baca juga: Pemkab Klaten Berencana Uji Coba Tatap Muka Terbatas Satu Sekolah Satu Kecamatan

Baca juga: Jadi Juru Kampanye di Pilkada 2020, Wali Kota Magelang Ajukan Cuti

Sebanyak 8.000 itu baru tahap awal. Saat ini ada perpanjangan dari KemenkopUKM hingga akhir bulan November 2020 mendatang.

Hingga Selasa (20/10/2020) kemarin, sudah sekitar 300-500 yang mengajukan.

Disperindag Kota Magelang dengan pendamping UMKM di kelurahan melakukan pendataan itu.

Terlebih, saat ada banyak pelaku usaha baru yang bermunculan.

"Sekarang ada perpanjangan dari Kemenkop, diundur sampai dengan akhir bulan November. Ini kami baru dengan teman-teman pendamping UMKM di kelurahan banyak sekali yang sekarang mendaftarkan lagi. Karena sekarang muncul pelaku usaha baru. Gampangannya dia di rumah. Ngebut gawe peyek, dibungkusi, difoto, ini lho aku usaha. Bahkan kemarin ada yang membawa sepeda, di boncengannya ditempleki mainan. Ini lho pak saya usaha. Yang penting mereka bisa membuktikan mereka pelaku usaha," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved