Meski Diterpa Pandemi Covid-19, Penjualan Tas Kulit Abekani Malah Stabil

Bisnis tas kulit Abekani tetap berjalan seperti biasa dan terus sibuk melayani jumlah pemesanan yang justru stabil dibantu pengiriman JNE.

Tayang:
Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti | Editor: MGWR
Dok. JNE/ABEKANI
JNE saat melakukan penjemputan produk tas kulit Abekani 

TRIBUN-JOGJA.com- Pandemi Covid-19 yang melemahkan sektor ekonomi membuat industri kerajinan
kulit terguncang. Bahkan, beberapa bisnis pun terpaksa gulung tikar dan sebagian harus merumahkan para pengrajin.

Meski demikian, bisnis tas kulit Abekani tetap berjalan seperti biasa dan terus sibuk melayani jumlah
pemesanan yang justru stabil.

Kondisi ini tak lepas dari dukungan 28.000 orang Abekanian, yaitu anggota komunitas pecinta produk Abekani.

“Pesanan kami jalan terus tiap hari. Bisa dibilang kami sama sekali tidak terdampak. Jumlah kiriman pun sama seperti sebelum pandemi," kata pemilik bisnis tas kulit Abekani, Christiana Tunjung,  Selasa (20/10/2020).

Pernyataan Christiana Tunjung ditunjukkan oleh tiga pengrajin yang mengenakan masker kain terlihat sibuk merapikan tumpukan produk dompet kulit di Kantor Abekani, di Perumahan Puri Potorono Asri, Banguntapan, Bantul.

Tak hanya itu, di sekeliling mereka, terlihat ada sekitar empat tumpukan produk kerajinan kulit setinggi lutut orang dewasa yang siap diantar ke para pelanggan setia produk kerajinan kulit Abekani.

Para pengrajin yang setia menemani Christiana Tunjung merintis usahanya sejak 2008 bercerita tentang nasib kawan-kawan mereka sesama pengrajin kulit yang di rumahkan bahkan kehilangan pekerjaan.

Mendengar cerita dari para pengrajinnya, Christiana Tunjung langsung bersiap-siap menurunkan kuantitas produksi produk ready stock untuk mengantisipasi.

Namun di luar dugaan, jumlah pesanan yang dikirim tetap stabil di sekitar angka 2000 item per bulan Bahkan dalam satu pengiriman bisa berisi lebih dari 10 item berbeda.

“Semua itu bisa terjadi karena anggota Abekanian. Memang hampir 90 persen penjualan kami saat
pandemi ini bisa terdongkrak karena pesanan mereka," tuturnya.

Menurutnya, Abekanian adalah para pelanggan setia tas kulit Abekan. Mereka kemudian menamakan kelompok atau golongannya dengan sebutkan Abekanian.

Saat ini, jumlah mereka kurang lebih 28.000 anggota dari seluruh Indonesia.

Christiana Tunjung menceritakan, di tahun 2012, dirinya mulai fokus memproduksi tas perempuan dari bahan kulit nabati.

Berbeda dari produk tas kulit lainnya yang menyentuh harga di atas Rp 1.000.000, Tunjung menetapkan hargarata-rata Rp 600.000 hingga Rp 800.000 untuk semua produk tas kulitnya.

"Saya menjual produk melalui blog dan Kaskus," kata Tunjung seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dipasarkan secara online dan terbantu JNE

Lebih lanjut, Tunjung bercerita, setelah penjualan produk secara online itu, pesanan pun meluap hingga Tunjung berinisiatif membuat Facebook untuk melayani transaksi.

“Ada member sebuah komunitas fashion yang membeli produk Abekani dan menulis review di forum komunitasnya. Intinya harganya terjangkau tapi kualitas bagus” kata Tunjung.

Sejak saat itu, Tunjung harus bolak-balik mengantar produk ke berbagai agen jasa pengiriman barang setiap harinya yang meningkat tajam.

"Hal tersebut tentunya membuat kami rentan mengalami keterlambatan pengiriman barang," ujarnya.

Namun, Tunjung merasa sangat terbantu ketika Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengunjungi kantor Abekani dan menawarkan jasa gratis jemput atau free pickup.

Tak tanggung-tanggung, jumlah pesanannya pun tak terbatas. Tunjung pun bisa memesan jasa free pickup lebih dari sekali dalam satu hari.

“Mungkin karena dari data JNE terlihat saya tiap hari ada pengiriman, mereka langsung tanggap.
Jadi pesanan saya yang banyak itu dijemput langsung oleh kurir JNE," tuturnya.

Ia menuturkan, kedatangan JNE selalu tepat waktu saat jadwal pengiriman. Bahkan Tunjung sampai kenal dekat sama kurir yang biasa mengirim barangnya.

Dengan demikian, Tunjung mengaku semakin mantap menggunakan layanan JNE hingga kini.

Selain itu, menurut Tunjung, kini 80 persen pelanggannya memilih JNE untuk mengantarkan pesanan tas kulit Abekani ke rumah masing-masing.

"Selain biaya yang terjangkau dan pengiriman barang yang tepat waktu, proses tracking pengiriman barang pun sangat mudah dilakukan dengan tampilan website yang simpel," tuturnya.

Terkait hal itu, Kepala JNE Cabang Yogyakarta, Adi Subagyo mengatakan, selama pandemi, layanan JNE didukung jalur darat sebagai alternatif moda transportasi penerbangan.

"Dengan begitu, ketika seluruh bandarasempat tutup di masa awal pandemi, pengiriman barang para pelanggan setia tetap selamat sampai tujuan dengan tepat waktu," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved