Mengenal Hiperglikemia Diabetes : Gejala, Penyabab dan Cara Pencegahannya

Hiperglikemia tidak menimbulkan gejala sampai nilai glukosa meningkat secara signifikan - biasanya di atas 180 hingga 200 miligram per desiliter

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Scientific Animations
Ilustrasi Hiperglikemia 

TRIBUNJOGJA.COM - Hiperglikemia atau gula darah tinggi dapat mempengaruhi orang dengan diabetes. Ada beberapa faktor dapat menyebabkan hiperglikemia pada penderita diabetes, termasuk pilihan makanan dan aktivitas fisik, penyakit, obat nondiabetes, atau melewatkan atau tidak cukup minum obat penurun glukosa.

Penting untuk menangani hiperglikemia, karena jika tidak ditangani, hiperglikemia dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan perawatan darurat, seperti koma diabetes. Dalam jangka panjang, hiperglikemia persisten, bahkan jika tidak parah, dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi mata, ginjal, saraf, dan jantung Anda.

Gejala Hiperglikemia

Hiperglikemia tidak menimbulkan gejala sampai nilai glukosa meningkat secara signifikan - biasanya di atas 180 hingga 200 miligram per desiliter (mg / dL), atau 10 hingga 11,1 milimol per liter (mmol / L).

Gejala hiperglikemia berkembang perlahan selama beberapa hari atau minggu.

Semakin lama kadar gula darah tetap tinggi, semakin serius gejalanya. Namun, beberapa orang yang sudah lama menderita diabetes tipe 2 mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun meski kadar gula darahnya meningkat.

Baca juga: Cara Merawat Luka Diabetes yang Benar Agar Terhindar dari Risiko Infeksi Hingga Amputasi

Tanda dan gejala awal Hiperglikemia

Mengenali tanda dan gejala awal hiperglikemia dapat membantu Anda menangani kondisi tersebut dengan segera. Perhatikan:

- Jika Anda sering buang air kecil
- Jika ada mengalami peningkatan rasa haus
- Jika penglihatan Anda kabur
- Mengalami kelelahan
- Sakit kepala

Baca juga: Kenali 4 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikkan, di Antaranya Lapar dan Kelelahan Berlebih

Tanda dan gejala hiperglikemia selanjutnya

Jika hiperglikemia tidak diobati, ini dapat menyebabkan asam toksik (keton) menumpuk dalam darah dan urin Anda (ketoasidosis). Tanda dan gejalanya meliputi:

- Nafas berbau buah
- Mual dan muntah
- Sesak napas
- Mulut kering
- Kelemahan
- Kebingungan
- Koma
- Sakit perut

Kapan harus ke dokter?

Segera menghubungi layanan kesehatan jika ;

- Anda sakit dan tidak bisa makan atau minum
- Kadar glukosa darah Anda terus-menerus di atas 240 mg / dL (13,3 mmol / L) dan ada keton dalam urin Anda.

Baca juga: Faktor Risiko Penyakit Ginjal yang Perlu Diwaspadai : Dari Diabetes Hingga Darah Tinggi

Buatlah janji dengan dokter Anda jika:

- Anda mengalami diare atau muntah yang terus-menerus, tetapi Anda tetap dapat mengonsumsi makanan atau minuman
- Anda mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam
- Glukosa darah Anda lebih dari 240 mg / dL (13,3 mmol / L) meskipun Anda telah minum obat diabetes
- Anda mengalami kesulitan menjaga glukosa darah Anda dalam kisaran yang diinginkan

Penyebab Hiperglikemia

Selama proses pencernaan, tubuh Anda memecah karbohidrat dari makanan - seperti roti, nasi, dan pasta - menjadi berbagai molekul gula. Salah satu molekul gula ini adalah glukosa, sumber energi utama bagi tubuh Anda.

Glukosa diserap langsung ke aliran darah Anda setelah Anda makan, tetapi glukosa tidak dapat masuk ke sebagian besar jaringan Anda tanpa bantuan insulin - hormon yang disekresikan oleh pankreas Anda.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved