Breaking News:

Cara Merawat Luka Diabetes yang Benar Agar Terhindar dari Risiko Infeksi Hingga Amputasi

Luka terbuka di bagian bawah kaki para penderita diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini disebut Ulkus Diabetikum

Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock/ROOMPHOTO
Ilustrasi luka diabetes di kaki 

TRIBUNJOGJA.COM - Luka terbuka di bagian bawah kaki para penderita diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius. Hal ini bisa terjadi terutama jika luka tak diimbangi dengan perawatan yang benar.

Dalam istilah medis, luka terbuka ini disebut sebagai ulkus diabetikum.

Melansir laman resmi American Podiatric Medical Association, luka diabetes di kaki ini dialami sekitar 15 penderita diabetes. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki bisa mengalami infeksi dan mengalami komplikasi sampai diamputasi.

Ulkus Diabetikum Luka Akibat Kadar Gula Darah Tak Terkontrol
Ulkus Diabetikum Luka Akibat Kadar Gula Darah Tak Terkontrol (Honest Docs)

Kabar baiknya, apabila perawatan luka diabetes dilakukan dengan cara yang benar, perkembangan ulkus diabetikum bisa dicegah.

Penyebab luka diabetes di kaki

Setiap penderita diabetes bisa memiliki luka berupa borok atau ulkus di kaki. Penyebab luka diabetes di kaki karena kombinasi beberapa faktor seperti peredaran darah tak lancar, iritasi, sampai trauma.

Baca juga: Kenali 4 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikkan, di Antaranya Lapar dan Kelelahan Berlebih

Penderita diabetes menahun dapat mengalami neuropati, atau kondisi penurunan kemampuan merasakan nyeri di kaki karena kerusakan saraf.

Kerusakan saraf tersebut dipengaruhi kadar gula darah yang stabil tinggi dalam waktu lama. Kerusakan saraf kerap muncul tanpa rasa sakit. Terkadang, penderita juga tidak menyadari gejala penyakitnya.

Selain itu, penyakit pembuluh darah juga dapat memperburuk kondisi luka kaki penderita diabetes. Pasalnya, gangguan pembuluh darah dapat menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Peningkatan gula darah juga bisa mengurangi daya tahan tubuh saat melawan infeksi.

Dengan demikian, proses penyembuhan luka jadi lebih lambat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved