Breaking News:

Cara Merawat Luka Diabetes yang Benar Agar Terhindar dari Risiko Infeksi Hingga Amputasi

Luka terbuka di bagian bawah kaki para penderita diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini disebut Ulkus Diabetikum

Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock/ROOMPHOTO
Ilustrasi luka diabetes di kaki 

Dilansir dari Medical News Today, penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga lebih berisiko mengalami infeksi bakteri saat memiliki luka.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko infeksi pada luka diabetes di kaki yakni keringat berlebih, kulit kering dan pecah-pecah, serta infeksi dari kuku kaki.

Baca juga: Ini Jenis Diabetes yang Rentan Diderita Ibu Hamil

Ciri-ciri luka diabetes di kaki

Banyak penderita yang mengalami luka diabetes di kaki dan tidak merasakan sakit. Sehingga, nyeri bukanlah gejala utama penyakit ini.

Beberapa ciri-ciri luka diabetes di kaki yang tampak adalah:

- Terdapat cairan atau darah dari luka atau borok yang merembes di kaus kaki

- Luka tampak kemerahan dan bengkak

- Apabila luka sudah parah, muncul bau tak sedap

Jika luka diabetes di kaki tidak diobati, penderita bisa mengalami infeksi.

Infeksi tersebut dapat menjalar sampai ke otot dan tulang. Kondisi ini disebut osteomielitis. Apabila infeksi sudah berkembang dan luka tak kunjung diobati, infeksi bisa berkembang ke tahap gangren.

Gangren adalah penyebab umum amputasi pada penderita diabetes. Infeksi yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi sepsis yang mengancam jiwa.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved