Liga Inggris

CHELSEA: Nasib Kepa Setelah Tiga Kali Blunder dan Peringatan Werner

Kiper termahal di dunia itu, terancam akan menjadi pemain pilihan ketiga di Chelsea, setelah Edouard Mendy dan Willy Caballero

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Ben STANSALL / POOL / AFP
Penjaga gawang Chelsea Spanyol Kepa Arrizabalaga (tengah) bertahan melawan gelandang Inggris Southampton Che Adams (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Southampton di Stamford Bridge di London pada 17 Oktober 2020. 

"Saya pikir kami adalah Chelsea, kami ingin memperjuangkan gelar.

Di Jerman ia kembali meningatkan ada pepatah bahwa pertahanan yang kuat akan mampu berujung pada raihan gelar juara.

"Pada akhirnya berpikir bahwa bukan pelanggaran yang memenangkan gelar. Di Jerman, kami selalu mengatakan pertahanan memenangkan gelar. Saya pikir itu benar.

Untuk itu, ia memberikan pesan pertama yang keras kepada rekan setimnya khususnya di barisan pertahanan untuk memberikan penampilan solid agar tidak mudah kebobolan lagi.

Gelandang Chelsea asal Jerman Kai Havertz (ke-2 dari kiri) diberi selamat setelah mencetak gol pada pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Southampton di Stamford Bridge di London pada 17 Oktober 2020.
Gelandang Chelsea asal Jerman Kai Havertz (ke-2 dari kiri) diberi selamat setelah mencetak gol pada pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Southampton di Stamford Bridge di London pada 17 Oktober 2020. (Mike Hewitt / POOL / AFP)

"Ketika kami kebobolan begitu banyak gol di setiap pertandingan maka sulit untuk memenangkan pertandingan, tetapi pada akhirnya juga untuk memenangkan gelar.

"Saya pikir kami harus melatihnya karena enam gol dalam tiga pertandingan terlalu banyak. Saya pikir kami harus lebih baik dalam hal ini."

Sebelumnya, Chelsea berhasil menang besar 4-0 atas Crystal Palace di Liga Premier Inggris sebelum akhirnya ditahan imbang Soton 3-3 di kandang.

Werner menegaskan bahwa The Blues mengalami kebobolan terlalu banyakdi awal musim ini. Artinya, pemain bertahan dan kiper bisa menjadi masalahnya.

Lampard Stres

Meskipun pemain berusia 26 tahun itu terus berjuang untuk mendapatkan performa terbaiknya, Lampard berjanji untuk tetap mendukung bintang Spanyol itu.

Pelatih kepala Chelsea Inggris Frank Lampard (kanan) memukul kiper Spanyol Chelsea Kepa Arrizabalaga setelah pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Chelsea di Stadion American Express Community di Brighton, Inggris selatan pada 14 September 2020.
Pelatih kepala Chelsea Inggris Frank Lampard (kanan) memukul kiper Spanyol Chelsea Kepa Arrizabalaga setelah pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Chelsea di Stadion American Express Community di Brighton, Inggris selatan pada 14 September 2020. (Richard Heathcote / POOL / AFP)

“Dia harus cukup kuat secara mental, itulah pekerjaan kami. Dia harus menghadapi itu, dia mendapat dukungan dari saya dan rekan satu timnya,” kata Lampard dikutip Tribunjogja.com dari Independen.ie.

“Dia harus terus bekerja, itulah satu-satunya cara untuk bekerja dan merasakan dukungan dari semua orang di sekitarnya.

Ia pun tetap memberikan pujian kepada kipernya karena telah melakukan sejumlan penyelematan meski akhirnya satu kesalahan menghapuskan semuanya.

"Sangat disayangkan karena dia melakukan dua penyelamatan yang sangat bagus, tetapi, jelas, dengan sesuatu seperti gol kedua, maka mata tertuju pada itu. Tapi tentu saja bukan hanya Kepa yang terlibat dalam hal itu.

Lampard mengakui frustasi dengan hasil tidak maksimal yang diraih The Blues pada pekan kelim Liga Inggris.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved