Dapat Subsidi dari COVAX Facility, Vaksin Virus Corona yang Dibeli Indonesia Lebih Murah

Dapat Subsidi dari COVAX Facility, Vaksin Virus Corona yang Dibeli Indonesia Lebih Murah

Editor: Hari Susmayanti
AFP/NOEL CELIS
Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bakal mendapatkan vaksin virus corona dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki kemampuan ekonomi lebih kuat.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu) Febrian Alphyanto Ruddyard.

Harga vaksin virus corona yang dibeli oleh Indonesia nantinya akan disubsidi oleh WHO lewat COVAX Facility.

Indonesia yang tergabung dalam COVAX dikategorikan sebagai Advance Market Commitment (AMC) sehingga mendapat jaminan harga vaksin yang terjangkau.

"Ini kita termasuk dapat Advance Market Commitment (AMC) yang artinya kita mendapat harga subsidi.

Lebih murah dari beberapa kelompok negara lain yang dianggap memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar," kata Febrian dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

"Memang kita sudah naik pada lower middle income country jadi upper middle country.

Berdasarkan pemahaman ini, kita masih middle lower sehingga kita masuk dalam harga yang bisa disubsidi, tidak sebagai negara yang mendapat harga pasar," lanjut Febrian.

Baca juga: Inilah Jenis-jenis Vaksin Corona yang Sudah Disiapkan Oleh Pemerintah Indonesia

Baca juga: Update Perkembangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Satgas: Sejauh Ini Tak Ada Efek Samping

Lebih lanjut, Febrian mengatakan, World Health Organization (WHO) hanya menjatah vaksin untuk 20 persen dari total populasi Indonesia.

Untuk itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir gencar melakukan diplomasi pengadaan vaksin Covid-19 ke negara produsen sebagai langkah bilateral.

Febrian mengatakan kerja sama bilateral dengan negara produsen vaksin diperbolehkan untuk mencukupi stok vaksin suatu negara.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki hubungan baik dengan sejumlah negara sehingga memiliki modal kuat untuk menjalin kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 secara bilateral.

Selain itu, stok vaksin diketahui sangat terbatas. Karena itu Indonesia harus memesan terlebih dahulu agar tak didahului negara lain, meskipun vaksin Covid-19 saat ini belum jadi lantaran masih menjalani uji klinis tahap ketiga.

"Bu Menlu dan Pak Erick kan kemana-mana tuh, ke UEA, Cina, sekarang ke Ingggris dan ke Swiss.

Inilah upaya untuk menutupi kekurangan dengan kerja sama bilateral kita dengan negara lain secara langsung," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved