Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di DIY Perlu Terus Dilanjutkan

Pemda DIY diharapkan mampu meningkatkan pemerataan melalui program-program pengentasan kemiskinan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil rakyat di DPRD DIY menilai program renovasi rumah tidak layak huni atau RTHL di DIY harus dilanjutkan.

Apalagi target untuk tahun 2020 kali ini harus terhenti karena adanya refocusing anggaran penanganan Covid-19.

Anggota Komisi C DPRD DIY dari Fraksi Partai Golkar, Lilik Syaiful Ahmad, mengatakan program renovasi RTHL wajib dianggarkan untuk tahun 2021 mendatang.

Ia berharap Pemda DIY mampu meningkatkan pemerataan melalui program-program pengentasan kemiskinan.

"Salah satunya ya dengan program RTHL kali ini. Mungkin tahun ini anggaran direfocusing untuk Covid-19. Tapi di 2021 harus ada perubahan prioritas," kata Lilik, Rabu (14/10/2020).

Lebih lanjut dijelaskan dia, banyaknya target RTHL yang belum terselesaikan sebenarnya merupakan sebuah hal yang wajar lantaran fokus Pemda DIY sedang pada penanganan Covid-19.

Program RTHL, lanjut Lilik, dapat menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan.

"Karena ekonomi saat ini sulit, perbaikan rumah tidak layak huni sangat dibutuhkan agar target ketimpangan bisa diatasi," tegasnya.

Ia berharap, penundaan program renovasi RTHL segera kembali direncanakan ulang dan fokus kepada daerah tertinggal.

Menurut dia, bukan hanya RTHL saja yang diprioritaskan, sebab infrastruktur penunjang lainnya juga sangat dibutuhkan.

"Misalnya untuk kawasan blank spot di Gunungkidul. Itu kan perlu, karena siswa-siswa saat ini belajar via daring," pungkasnya. 

( tribunjogja.com / hda )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved