Berita Bantul
Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Merah di Bantul Merugi
Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Merah di Bantul Merugi. Di tingkat petani, cabai rawit merah dihargai Rp 7 - 8 ribu/ kilogram.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA. COM, BANTUL- Petani cabai rawit merah di Bumi Projotamansari merugi.
Sebab, harga jual komoditas pertanian bercita rasa pedas itu di pasaran anjlok. Di tingkat petani, cabai rawit merah dihargai Rp 7 - 8 ribu/ kilogram.
Padahal, biasanya berada di kisaran harga Rp 15 ribu perkilogram, bahkan bisa lebih.
"Harga jual sekarang rendah. Kami jelas merugi," kata Priyani, salah satu petani cabai rawit merah di dusun Jetakan, Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (14/10/2020).
Musim tanam ini, Priyani bersama Kartijo, menanam bibit cabai rawit merah seluas 120 lobang atau setara dengan 1.200 meter persegi.
Ongkos yang telah dikeluarkan, mulai dari pengolahan lahan, bibit, cagak (bambu penegak tanaman) hingga pupuk sekitar Rp 4 juta.
Modal tersebut belum dihitung tenaga perawatan selama 3 bulan.
Baca juga: Bappenas RI Pantau Persiapan Pemulihan Wisata di Gunungkidul
Baca juga: BREAKING NEWS : Selokan Mataram Ambles di Titik Dusun Mayangan Trihanggo Sleman
Priyani dan Kartijo berharap panen dan harganya maksimal.
Tetapi saat mulai memasuki masa panen, harganya ternyata tidak stabil bahkan cenderung menurun.
Meski tanaman cabai keduanya sudah belasan kali panen berbuah dan panen.
"Tapi sampai sekarang belum bisa balik modal," ucapnya.
Ia tidak mengetahui, mengapa harga jual cabai rawit merah dipasaran rendah.
Namun diduga disebabkan karena banyak petani yang saat ini menanam komoditas serupa, sehingga stok di pasar melimpah sementara permintaan di masyarakat masih rendah.
Selain itu, bisa juga disebabkan oleh faktor cuaca, maupun pupuk yang sulit dicari dan harganya melambung tinggi.
"Petani tidak bisa membeli pupuk, sehingga tanaman cabai tidak berbuah maksimal," ucap Priyani.