Sumbu Filosofis Yogyakarta Hingga Garis Imajiner Merapi dan Laut Kidul

Sumbu Filosofis Yogyakarta dari Tugu Golong Gilig (Pal Putih), Keraton Yogyakarta sebagai pusatnya, hingga Panggung Krapyak

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com |
Garis Imajiner 

Namun kedua empu ini menolak dengan alasan mereka tengah mengerjakan keris yang harus dikerjakan hingga selesai. Jika tidak, maka akan terjadi kekacauan.

Mendengar hal itu, Dewa Krincingwesi murka lalu menjatuhkan Gunung Jamurdwipa diatas mereka. Kedua empu ini terkubur hidup-hidup.

Roh keduanya dipercayai menjadi penjaga Gunung Merapi hingga sekarang.

Keduanya bahkan menjabat sebagai raja dari semua makhlus halus di Merapi.

Sementara perapian tempat mereka membuat keris, menjadi cikal bakal penamaan merapi.

Perapian ini juga yang diyakini sebagai cikal bakal lahar panas Gunung Merapi.

Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi
Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi (YouTube | VolcanoYT)

Gunung Merapi berasal dari Gunung Himalaya. Cerita lainnya menyebutkan bahwa Gunung Merapi dulunya berasal dari bagian dari Gunung Himalaya.

Kisah nyaris sama yakni para dewa saat itu membutuhkan patok untuk menyeimbangkan pulau jawa.

Namun, cerita yang satu ini agak berbeda dalam hal asal pembentukan Gunung Merapi.

Disebutkan bahwa Bathara Bayu diperintah Hyang Guru untuk mengambil bagian Gunung Himalaya untuk ditancapkan di Pulau Jawa.

Namun dalam perjalanannya, bagian-bagian gunung ini jatuh di bagian barat pulau jawa.

Bagian pangkal gunung himalaya ini jatuh berkeping-keping hingga menyebar dan menjadi sejumlah gunung di Jawa Barat semisal Gunung Guntur, Gunung Pangrango, Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Bathara Bayu kemudian terbang ke wilayah tengah pulau jawa. Lalu menjatuhkan bagian lambung gunung himalaya. Jatuhnya sangat keras hingga jatuh berkeping-keping pula.

Ini menjadi cikal bakal sejumlah gunung di wilayah tengah pulau jawa.

Semisal Gunung Slamet, Sindoro, Merbabu, Sumbing, Lawu dan Gunung Merapi sendiri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved