Inovatif, Petani di Kalasan Memanfaatkan Drone untuk Memberantas Hama

Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto mengatakan ide tersebut berasal dari anggota forum, kemudian dikembangkan

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Forum Petani Kalasan, Sleman memanfaatkan drone untuk menyemprot hama, Selasa (13/10/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Forum Petani Kalasan memanfaatkan drone untuk melakukan pemberantasan hama.

Inovasi tersebut dilakukan oleh Kelompok Petani Rukun Dusun Karang, Kalasan, Sleman.

Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto mengatakan ide tersebut berasal dari anggota forum, kemudian dikembangkan.

Dengan adanya teknologi, ia ingin agar petani semakin mengenal teknologi.

"Kalau ide, kami hanya mengembangkan teknologi pertanian. Kami ingin agar petani tahu tentang kemajuan teknologi kepada petani dan petani milenial," katanya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Jika Tak Penuhi Kuota, Bawaslu Sleman Perpanjang Pendaftaran Pelamar Pengawas TPS, Ini Jadwalnya

Baca juga: Pendaftaran Tinggal Dua Hari Lagi, Pelamar Pengawas TPS Pilkada Sleman Belum Penuhi Kuota

Untuk mendapatkan drone tersebut, pihaknya menyewa dengan harga Rp 25 ribu.

Menurut dia, pemanfaatan drone tersebut membuat biaya operasional jauh lebih murah.

Bagaimana tidak, dengan biaya sewa Rp 25 ribu, petani dapat menyemprot lahan seluas 1.000 meter.

Waktu yang diperlukan pun jauh lebih singkat. Untuk lahan 1.000 meter, waktu yang diperlukan hanya 3 menit saja.

"Untuk biaya lebih irit. Petani juga irit tenaga, obat, dan waktu," sambungnya.

Baca juga: PT LIB Gelar Extraordinary Club Meeting di Sleman, Ini Harapan Peserta Liga 1 dan Liga 2 2020

Baca juga: Penundaan Liga 1 2020 Berdampak pada Kontrak Pemain, Ini Komentar Manajer PSS Sleman

Untuk sementara, drone diterbangkan oleh operator. Namun ke depan, petani akan belajar menerbangkan drone.

Dengan harapan petani juga bisa memanfaatkan drone tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi, terutama dari keakuratan dampak penyemprotan.

Menurut dia, cairan untuk menyemprot bisa disesuaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved