Pemda DI Yogyakarta Dorong Perbankan Salurkan KUR Pertanian
Pemerintah DIY mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah DIY agar aktif mensosialisasikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
YOGYA,TRIBUN - Sektor pertanian yang belum banyak disentuh lembaga keuangan di DI Yogyakarta (DIY) dinilai sangat potensial untuk dikembangkan dalam pemulihan ekonomi di DIY.
Dalam bulan Inklusi Keuangan saat ini, Pemerintah DIY mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah DIY agar aktif mensosialisasikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian kepada seluruh petani secara luas di DIY.
Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menjelaskan diperlukan upaya lebih dalam sosialisasi KUR pertanian dikarenakan selama ini hampir semua penyaluran KUR lebih banyak dikucurkan bagi sektor perdagangan.
"Kita memang melakukan tindakan afirmatif menekan pada perbankan untuk peduli terhadap sektor pertanian melalui program KUR Pertanian. Walaupun bagi perbankan resiko pemberian KUR Pertanian ini itu lebih tinggi daripada sektor yang lainnya," ujarnya Senin (12/10/2020).
Baca juga: Dirut Bank BPD DIY: Garda Terdepan dalam Penerimaan Daerah.
Baca juga: Belanja Danais DI Yogyakarta Mencapai Rp 879 Miliar
Ia mengungkapkan KUR di sektor perdagangan mempunyai reisiko lebih kecil dari pada sektor pertanian.
KUR Perdagangan bisa ditarik angsuran pinjamannya setiap bulan, berbeda dengan KUR Pertanian di mana petani belum tentu memiliki penghasilan per bulan.
Biasanya petani mendapatkan penghasilan ketika masa panen.
Maka dari itu, pihaknya melakukan afirmatif KUR Pertanian di DIY.
Ia meminta perbankan agar menyalurkan di sektor riil seperti pertanian, tidak hanya sebatas penyaluran di perdagangan saja.
Baca juga: Harga Emas di Butik Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram
Baca juga: Ini Cara Ubah Akun ke LinkAja Syariah
"Kalau dibiarkan saja peminat KUR jadi banyak untuk sektor perdagangan saja karena lebih aman bagi perbankan," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa makna pertanian sangat luas, di sana juga termasuk perikanan, peternakan dan sebagainya.
Melihat kondisi tersebut, maka potensi KUR Pertanian tersebut cukup besar di DIY apabila dimanfaatkan secara optimal oleh debiturnya.
Namun demikian, meski perbankan akan banyak menyasar petani, namun dari sisi petaninya juga masih banyak yang belum familiar dengan produk-produk perbankan.
Maka dari itu, ia meminta lini terdepan perbankan, yakni di tingkat kecamatan hingga desa harus aktif mensosialisasikan KUR Pertanian tersebut atau jemput bola.
"Kunci keberhasilan penyaluran KUR Pertanian tersebut adalah keaktifan dari perbankan penyalur KUR tersebut untuk mensosialisasikannya kepada petani dalam arti luas di DIY," imbuhnya.
Ia berharap, keberhasilan KUR Pertanian ini mampu mendorong sektor pertanian DIY tumbuh lebih besar sehingga mampu berkontribusi dalam pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/asisten-bidang-perekonomian-dan-pembangunan-setda-diy-tri-saktiyana.jpg)