Breaking News:

Aksi Tolak Omnibus Law

Kapolres Magelang Kota: Jangan Sampai Aksi Unjuk Rasa Ditunggangi Kelompok Anarkis

Tujuan unjuk rasa adalah untuk menyampaikan pendapat, bukan terbalik tujuannya malah untuk merugikan.

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan, saat diwawancarai di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/9/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan, mengimbau aksi unjuk rasa oleh Aliansi Rakyat Kedu-Magelang Bergerak #2 yang rencananya akan dilaksanakan Selasa (13/10/2020) besok di depan DPRD Kota Magelang, tidak dilaksanakan dulu karena pandemi yang masih berlangsung, sebagian warga yang tidak setuju dan adanya potensi gangguan keamanan.

Namun, jika terpaksa aksi tetap terjadi, ia mewanti-wanti agar jangan sampai aksi unjuk rasa ditunggangi oleh kelompok anarkis.

Boleh saja menyampaikan pendapat, asal tidak merugikan orang lain.

Tujuan unjuk rasa adalah untuk menyampaikan pendapat, bukan terbalik tujuannya malah untuk merugikan.

Baca juga: Antisipasi Unjuk Rasa, Keamanan Kantor Pemkot Magelang Akan Diperketat

"Boleh saja menyampaikan pendapat, tetapi tidak merugikan orang lain. Tujuannya malah untuk merugikan. Jadi kebalik. Tujuannya malah merusak, tetapi bukan untuk menyampaikan pendapat. Atau menyampaikan pendapat dengan cara merusak, kan jangan seperti itu. Ini yang menunggangi yang bahaya," katanya saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Nanti, Polres Magelang Kota akan melokalisir para pengunjuk rasa agar tidak sampai masuk ke dalam aset Pemkot Magelang.

Kelompok aksi diarahkan di luar saja, jika aksi unjuk rasa tetap terlaksana.

Sementara operasi pencegahan dilaksanakan pada hari ini, untuk mengantisipasi kelompok-kelompok yang bisa berbuat anarkis.

"Kita tetap mengamankan dari potensi kelompok anarkis, oleh karena itu kita lokalisir para pelaksana demo. Kita lokalisir agar tidak langsung di dalam aset Pemkot Magelang. Kelompok aksi harus di luar, jikalau terlaksana. Kita tetap melaksanakan operasi pencegahan," kata Nugroho.

Baca juga: 670 Personel Brimob Kepolisian Akan Diterjunkan untuk Amankan Unjuk Rasa di Kota Magelang

"Banyak dari luar yang anarkis kemarin, anak-anak SMP, SMA yang terpengaruh dan terprovokasi melalui media sosial. Anak-anak tersebut tak bersalah, tapi karena terprovokasi dan lingkungan sosialisasi yang salah, mengakses berita yang salah, maka mereka mengikuti kegiatan yang mengarah ke anarkisme. Merusak, melempari petugas," tambahnya.

Kendati demikian, jika aksi unjuk rasa tetap digelar, Polres Magelang Kota sudah melakukan persiapan.

Sebanyak 670 personel kepolisian dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng akan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Rakyat Kedu-Magelang Bergerak #2 yang rencananya akan dilaksanakan Selasa (13/10) besok di depan DPRD Kota Magelang.

Petugas akan fokus mengamankan kantor Pemerintah Kota Magelang dan DPRD Kota Magelang.

Sebagaimana diketahui, titik lokasi aksi di depan Kantor DPRD, sehingga pengamanan akan dilaksanakan di sana. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved