Breaking News:

Aksi Tolak Omnibus Law

Dosen-dosen Ini Dukung Aksi Mahasiswa Tolak UU Cipta Karya, dari Beri Nilai A hingga Liburkan Kuliah

Dukungan dari dosen tersebut ditunjukkan dengan memberikan berbagai macam terkait hal akademik.

Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Massa Aksi Bergerak Menuju Tugu Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Aksi demonstrasi mahasiswa untuk menolak omnibus law UU Cipta Karya ternyata mendapat dukungan dari sejumlah dosen.

Dukungan dari dosen tersebut ditunjukkan dengan memberikan berbagai macam terkait hal akademik.

Di Surabaya, seorang dosen akan memberikan nilai A kepada mahasiswanya yang berdemonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Massa aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law dari berbagai elemen terlibat  kericuhan dengan aparat keamanan di depan DPRD DI Yogyakarta, Kamis (8/10/2020).
Massa aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law dari berbagai elemen terlibat kericuhan dengan aparat keamanan di depan DPRD DI Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Sedangkan di Jember, dosen sengaja meliburkan kuliah supaya mahasiswanya bisa mengikuti aksi.

Sri Sultan HB X soal Kerusuhan Demo Omnibus Law di Malioboro Yogyakarta : Pelaku Harus Dipidana!

Umar Sholahudin, satu dari dosen di Universitas Wijaya, Surabaya, berjanji memberi nilai A kepada mahasiswanya yang berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Pengumuman itu disampaikan dalam akun Facebook-nya, Rabu (7/10/2020).

Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin
Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin (DOKUMENTASI PRIBADI)

"Buat mahasiswa saya yang ikut demo Tolak UU Cipta Kerja bersama buruh untuk mata kuliah Gensos dan Pembangunan saya kasih nilai A," tulis Umar dalam unggahannya.

Umar menilai demonstrasi adalah sarana belajar efektif mahasiswa sebagai agen perubahan dibandingkan hanya belajar secara daring.

Tiga Gubernur yang Minta Presiden Jokowi Keluarkan Perppu Omnibus Law

"Turun ke jalan menurut saya lebih efektif agar mereka ikut merasakan perjuangan rakyat," kata Umar, Kamis (8/10/2020).

Kemudian, UU Cipta Kerja juga dianggap memengaruhi kondisi mahasiswa ketika telah terjun di dunia kerja nanti.

Massa membakar benda-benda keras di tengah jalan Malioboro, Kamis (8/10/2020).
Massa membakar benda-benda keras di tengah jalan Malioboro, Kamis (8/10/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Hari Susmayanti)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved