Penanganan Covid

Pemkot Yogya Dorong OPD Perbanyak Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta dituntut melahirkan lebih banyak inovasi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Azka Ramadhan
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono. 

YOGYA, TRIBUN - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogyakarta dituntut melahirkan lebih banyak inovasi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut, seiring dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta (Perwal) Nomor 77 Tahun 2020.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menegaskan untuk menyelesaikan beragam persoalan di kota pelajar saat ini, dibutuhkan deretan terobosan, yang tidak bersebrangan dengan aturan.

Utamanya, mengenai problem kemiskinan yang hingga kini belum selesai sepenuhnya.

"Permasalahan kota sekarang ini menyangkut ketimpangan ekonomi dan masalah kemiskinan. Gini ratio kita masih cukup tinggi dan angka kemiskinan ada potensi bertambah seiring pandemi Covid-19," ujarnya, Kamis (8/10/2020).

Sebanyak 100 Mahasiswa Akan Dapat Beasiswa Rp 2 Juta untuk Satu Tahun dari Pemkot Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta Ajak Warga Kreatif Selama Pandemi Virus Corona

Tingginya angka gini ratio yang kini mencapai 0,423 menjadi warning karena masih terdapat sekat lebar antara si kaya dan si miskin di Kota Yogyakarta.

Alhasil, inovasi yang melibatkan lintas OPD pun sangat dibutuhkan, karena hal tersebut juga sangat berkaitan dengan angka kemisikinan.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengatakan, pihaknya berharap inovasi-inovasi yang muncul dari OPD tidak hanya bersifat sektoral semata.

Namun, alangkah baiknya dapat menyelesaikan masalah besar.

Dinas Perpustakaan Kota Yogyakarta melakukan inovasi dengan membuat pojok baca di Perpustakaan Kota Suroto dan Perpustakaan Selatan Kota Yogyakarta (Pevita) yang diberinama Pocahontas, Kalisha, dan Casandra.
Dinas Perpustakaan Kota Yogyakarta melakukan inovasi dengan membuat pojok baca di Perpustakaan Kota Suroto dan Perpustakaan Selatan Kota Yogyakarta (Pevita) yang diberinama Pocahontas, Kalisha, dan Casandra. (dok.istimewa)

"Misalnya untuk pertumbuhan ekonomi. Kota Yogyakarta saat ini kan kondisinya minus dua persen. Nah, bagaimana inovasi itu kedepannya bisa menumbuhkan angkanya, agar sesuai dengan janji kita di RPJMD," terangnya.

"Memang, seluruh OPD kita dorong untuk berinovasi. Tapi, inovasi yang bisa selesaikan permasalahan-permasalahan di daerah, tidak asal inovasi ya. Untuk itu, OPD harus tahu, apa saja permasalahan di Kota Yogyakarta, bukan sekadar permasalahan di OPD saja," tambah Agus.

Ia mengakui, polemik tersebut hanya bisa diselesaikan jika ada sinergi yang bagus antar OPD.

Pemkot Yogya Anggarkan Rp 2,5 Miliar untuk Program Bosda Khusus, Ini Peruntukannya

Wali Kota Yogyakarta Berpesan Agar Bangunan Selasar Malioboro Selaras dengan Arsitektur Stasiun Tugu

Termasuk juga soal angka kemiskinan yang sekarang masih berada di angka 13 persen dan harus segera diatasi.

Menurutnya, OPD harus bergerak dan melahirkan inovasi yang saling berkaitan.

"Makanya, perlu didorong agar OPD-OPD di proses bisnis itu bisa mengeroyok permasalahan ini, agar kemiskinan kita bisa di angka yang optimis," cetus Kepala Bappeda.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved