Umrah Mulai 1 November 2020, Hanya Bisa 3 Jam di Masjidil Haram
Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka ibadah umrah bagi umat muslim dari seluruh dunia per 1 November 2020.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka ibadah umrah bagi umat muslim dari seluruh dunia per 1 November 2020.
Terkait hal itu, pemerintah Indonesia masih menunggu rilis dari pemerintah Arab Saudi tentang warga negara mana saja yang boleh dan tidak boleh masuk ke Arab Saudi dalam rangka menunaikan ibadah umrah.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Prof Nizar Ali mengatakan pelaksanaan ibadah umrah di tengah situasi pandemi kali ini akan berbeda, satu di antaranya kesempatan jemaah untuk berada di Masjidil Haram hanya 3 jam.
Jika ingin masuk ke Masjidil Haram yang kedua kalinya harus menunggu 14 hari kemudian.
"Ini betul-betul ketat luar biasa, hanya sekali selama 3 jam saja untuk masuk Masjidil Haram. Kalau mau masuk lagi ya tunggu 14 hari," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Dafam Rohan Jogja dalam acara Jagongan Masalah Haji dan Umrah, Senin (5/10/2020).
• Arab Saudi Akan Buka Layanan Umrah Untuk Warga Asing
Adapun terkait kuota jemaah haji Indonesia yang dapat diberangkatkan, menurut Nizar hal itu tidak bisa dipaksakan, sebab bergantung pada ketentuan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang ditetapkan kelak.
Sementara, lanjutnya, jika lampu hijau dari pemerintah Arab Saudi untuk jemaah umrah asal Indonesia kelak dikeluarkan, pihaknya mengimbau biro pelaksana umrah untuk memprioritaskan calon jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya sejak terbit moratorium umrah per 27 Februari 2020.
"Yang perlu disiapkan biro haji (dan umrah), kita punya jemaah yang sempat tertunda akibat moratorium atau close umrah sejak 27 Februari sekitar 34.016 jemaah. Perlu dikomunikasikan untuk reschedule, tapi perlu diberi pencerahan untuk reschedule ini dari sisi mekanisme akan beda, biayanya tentu juga beda," tutur Nizar.
Ia menambahkan, seluruh calon jemaah umrah nantinya akan terdaftar berbasis IT.
Setiap calon jemaah juga harus mengisi data dalam suatu program yang mampu men-tracer apakah ia terindikasi terpapar Covid-19 atau tidak.
• Kemenag Optimistis Indonesia Termasuk Negara yang Diperbolehkan Umrah Mulai 1 November 2020
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag DIY, Edhi Gunawan mengungkapkan rata-rata paket umrah di Indonesia dilaksanakan selama 9 hari.
Ia pun mengimbau pihak biro perjalanan umrah untuk mempertimbangkan hal itu.
Ia pun mengimbau pihak biro perjalanan umrah untuk mempertimbangkan hal itu.
"Kepada biro perjalanan umrah harus membuat semacam program sehingga di sana paket selama 9 hari itu bisa dipakai dengan maksimal, karena ibadah tentunya yang berkaitan dengan umrah hanya sekali saja selama 9 hari itu. Sehingga hari lainnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," paparnya.
Edhi menambahkan, di samping itu terdapat persyaratan usia jemaah umrah, yakni antara 18-65 tahun.
"Minimal 18 sampai 65 tahun. Ini untuk menjaga kesehatan. Usia dalam interval itu saya kira masih kuat untuk melaksanakan ibadah umrah," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/umrah-mulai-1-november-hanya-bisa-3jamdi-masjidil-haram.jpg)