Kriminalitas

JPW Minta Tindakan Konkret Polisi Tuntaskan Kasus Klitih Fly Over Jombor

Polres Sleman mengklaim masih melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap para pelaku dari insiden itu.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jogja Police Watch (JPW) mendesak jajaran kepolisian untuk segera melakukan tindakan konkret dan mengusut tuntas insiden klitih yang menyerang Agung Setyobudi. 

Agung menjadi korban tindakan bejat dan tidak bermoral dari sejumlah kelompok pemotor yang diduga pelaku klitih pada akhir Oktober lalu, namun hingga memasuki dua bulan pasca penyerangan kepolisian masih belum mampu menangkap satu pun dari para penyerang itu. 

Polres Sleman mengklaim masih melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap para pelaku dari insiden itu.

Selain memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, polisi mengklaim pula telah mempelajari sejumlah keterangan dari para saksi. 

Kriminolog UGM : Harusnya Polisi Mudah Ungkap Klitih Sampai ke Akarnya

"Sangat mudah bagi kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. Hanya satu kuncinya, yakni polisi serius untuk melakukannya dan punya tindakan yang tegas untuk mewujudkan kondusifitas wilayah serta memberantas pelaku klitih di Yogyakarta," kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba dihubungi Senin (5/10/2020). 

Kamba menyatakan, alasan aparat yang menganggap bahwa penyelesaian kasus itu terkendala akibat kurangnya bukti lapangan dinilainya kurang tepat.

Hal itu kata dia merupakan dalih dan sebagai bukti lambannya penanganan kasus yang telah menjadi perhatian banyak pihak. 

"Alasan kurang bukti pasti menjadi dalih pihak kepolisian untuk mengungkap sebuah kasus yang menjadi perhatian publik. Kasus klitih salah satunya. Padahal di sekitar fly over Jombor itu ada pos polisi. Kasus klitih di fly over Jombor juga bukan kali pertama terjadi, sebelumnya juga sudah ada yang terungkap," jelasnya. 

Dia bahkan menuding aparat kepolisian kecolongan atas kasus yang menimpa Agung itu.

Pasalnya, daerah tersebut telah sejak lama dikenal sebagai lokasi rawan terhadap tindakan kejahatan terkhusus klitih yang kerap memakan korban. 

Dua Bulan Berlalu, Polisi Belum Bisa Ungkap Pelaku Klitih di Barat Fly Over Jombor

"Toh tetap saja kasus klitih terjadi lagi. Diduga polisi kecolongan atas kasus klitih yang terjadi di fly over Jombor dan menimpa Agung itu," kata Kamba. 

Selain mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap kasus itu, dia juga menyatakan perlu upaya antisipasi untuk mencegah kejadian serupa agar tidak lagi terulang.

Hal ini bisa dilakukan dengan menambah fasilitas penerangan dan kamera pengawas di sekitar daerah itu, yang disinyalir menjadi kawasan rawan bagi klitih dalam melancarkan aksinya. 

"Selain akan memudahkan kepolisian untuk menangkap pelaku klitih juga berguna pula untuk mengungkap jika terjadi kasus laka lantas," katanya. 

Di sisi lain, dia meminta pula aparat kepolisian tetap melaksanakan giat dan program pengawasan terhadap aksi kejahatan jalanan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. 

"Kami mendorong dan mendukung polisi agar lebih serius mengungkap kasus ini hingga tuntas. Polisi juga mesti giat dalam melakukan razia terhadap tempat yang kerap dijadikan tempat nongkrong para remaja.Selain itu peran orangtua dan hukuman berat bagi pelaku klitih menjadi hal penting guna memberikan efek jera bagi pelaku," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved