Kota Yogya
Permudah Akses Menuju Taman Pintar II, Simpang Jalan Tegalturi Bakal Dinormalisasi
Seiring dengan realisasi Taman Pintar II di Giwangan, Pemkot Yogyakarta pun mulai mempersiapkan langkah normalisasi untuk mempermudah akses masuk.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Seiring dengan realisasi Taman Pintar II di Giwangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun mulai mempersiapkan langkah normalisasi, untuk mempermudah akses masuk.
Sejauh ini, simpang tiga di Jalan Tegalturi, menjadi prioritas untuk dinormalisasi.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Windarto menilai, kawasan tersebut sangat perlu dinormalisasi untuk mengantisipasi masuknya bus berukuran besar ke Taman Pintar II.
Sebab, kondisi yang ada sekarang, diangggap tidak begitu memadahi.
"Makanya, kami merekomendasikan normalisasi di simpang Tegalturi itu, di sisi selatan ujung lengan barat, supaya bisa untuk manuver kendaraan besar, karena kondisinya kini sudah sangat mepet," ujar Windarto.
• Taman Pintar Science Corner Hadir di Yogyakarta International Airport
Ia menjelaskan, saat Taman Pintar II mulai beroperasi, maka banyak kendaraan besar seperti bus rombongan pelajar, atau lain sebagainya, yang datang berkunjung.
Karena itu, akses masuk pun harus diatur dengan sedemikian rupa, supaya kedepannya tidak menjadi suatu kendala.
Merujuk kondisi jalan sekarang, ketika bus dari arah selatan (Jalan Imogiri Timur) hendak ke barat menuju Jalan Tegalturi, maka dipastikan kesulitan saat berbelok karena radius tikung yang tak memadahi.
Sehingga, tambahan lahan dibutuhkan untuk normalisasi simpang tersebut.
"Karena ada bangunan, sudut belokannya hampir 90 derajat, jadinya bakal menghabiskan jalan saat manuver belok, serta jarak pandangnya nyaris tidak ada. Kalau yang dari arah utara tidak begitu masalah, hanya yang dari selatan itu, rasanya masih perlu dibenahi lagi," ungkapnya.
Untuk menunjang upaya normalisasi ini, pihaknya menyasar sebuah lahan di sudut simpang sisi selatan sebelah barat.
• Gelar Simulasi Pembukaan Kunjungan Wisatawan, Taman Pintar Yogyakarta Terapkan Protokol Baru
Ia menilai, lahan yang di atasnya dibangun rumah itu menjadi satu-satunya opsi pembebasan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kota Yogyakarta.
"Kondisi sekarang memang untuk manuver bisa habiskan jalan, sehingga simpang harus dibenahi. Nah, sisi selatan ini yang jadi prioritas untuk mempermudah akses bus besar yang belok ke barat," cetus Windarto.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Sarmin berujar, pemerintah siap realisasikan delapan pembebasan lahan prioritas, untuk menambah ruang terbuka hijau publik (RTHP), fasilitas umum, hingga normalisasi kawasan.
Lanjutnya, kedelapan belanja modal tersebut mencakup realisasi RTHP Ngampilan, RTHP Pakuncen, RTHP Prenggan, RTHP Sosromenduran, fasum Giwangan, fasum Suryatmajan, hingga normalisasi simpang Jalan Tegalturi.
"Pagu anggaran sekitar Rp 21 miliar, dari APBD perubahan. Sekarang ini kan PAD Pemkot sudah mulai menggeliat, ada kenaikan, sehingga dimungkinkan bisa belanja modal. Nah, salah satunya untuk pengadaan tanah, tetapi yang masuk skala prioritas," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/permudah-akses-menuju-taman-pintar-ii-simpang-jalan-tegalturi-bakal-dinormalisasi.jpg)