BUAH BIBIR
BUAH BIBIR : Putri Rahayu Agustina Termotivasi Menjadi Presenter
Baginya, menjadi presenter punya tantangan tersendiri yang bakal menuntut seseorang untuk terus berkembang.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Presenter menjadi profesi yang sangat di idam-idamkan oleh Putri Rahayu Agustina.
Kelahiran Baturaja, Palembang 03 Agustus 1996 ini menilai, menjadi presenter punya tantangan tersendiri yang bakal menuntut seseorang untuk terus berkembang.
"Yang pasti mesti terus berusaha dan gigih dengan apa yang diharapkan, kemudian konsisten. Mungkin itu yang pertama harus dilakukan," kata Putri.
Menurutnya, proses untuk mempersiapkan diri dan meraih profesi menjadi presenter bukan perkara mudah.
Selain butuh persiapan dan kematangan hard skill, seorang presenter dituntut pula untuk menguasai beragam hal termasuk soft skill.
• Buah Bibir: Leony Syahne Ketagihan Gowes
"Aku berusaha dan berdoa. Harus lebih banyak belajar dari pengalaman dan ilmu yang didapatkan. Sering juga tanya-tanya senior dan baca-baca referensi seputar itu," kata alumnus Ilkom UAJY angkatan 2013 ini.
Bagi dia, ilmu yang didapat dari proses perkuliahan mesti pula ditambah dengan kompetensi lain semisal jejaring dan pengetahuan yang luas untuk menjadi presenter yang handal.
Untuk itu, dibutuhkan komitmen yang kuat agar semua proses berjalan dengan optimal.
Namun demikian, Putri beranggapan bahwa jalan yang dilalui untuk menjadi apa yang diinginkan tidak selalu mudah.
Banyak rintangan dan halangan yang kadang tidak terbersit atau pernah terpikirkan datang menghadang.
"Ada aja yang kadang ngga pernah kita pikirkan bakal dialami, tiba-tiba datang. Misalnya banyak persaingan atau pergaulan yang menjerumuskan, itu bisa aja menghadang proses yang kita lakukan," ucap dia.
• BUAH BIBIR - Berawal dari Hobi Memasak, Maria Imaculata Laksmita Putri Kembangkan Bisnis Kuliner
"Tapi aku bisa menjaga, kalau soal persaingan kan biasa. Prinsipnya jangan sampai terjerumus aja ke hal-hal luar yang tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang kita inginkan," imbuhnya.
Untuk itu, dia juga membuat semacam diagram skala prioritas terkait capaian-capaian kecil yang telah diraih dalam proses untuk meraih profesi yang diidolakannya itu.
Hal ini menurutnya berguna untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang dilakukan untuk mencapai target yang diinginkan itu.
"Ada target pencapaian. Kesannya biar lebih mudah aja gitu dan bisa berkreasi lebih banyak dengan proses yang dituju. Progresnya masih belajar psikologi dan berlatih fisik. Mungkin sudah mencapai 30% dan selanjutnya harus lebih meningkat untuk mencapai tujuan," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buah-bibir-putri-rahayu-agustinatermotivasimenjadi-presenter.jpg)