Buah Bibir
Buah Bibir: Leony Syahne Ketagihan Gowes
Gadis asal Pulau Dewata itu pun mengisahkan awal mula dirinya terjun ke dunia sepeda. Semuanya berawal dari keisengannya mencari alternatif olahraga l
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena hobi gowes, atau bersepeda belakangan semakin populer di kalangan masyarakat.
Hal tersebut, ternyata disambut baik oleh Leony Syahne, yang mulai keranjingan gowes sejak kisaran 2018 lalu.
Gadis asal Pulau Dewata itu pun mengisahkan awal mula dirinya terjun ke dunia sepeda.
Semuanya berawal dari keisengannya mencari alternatif olahraga lain untuk ditekuni, di samping jogging dan renang yang lama digelutinya.
"Awalnya niat gowes karena iseng pengen cari olahraga lainnya yang nggak bikin bosan. Pertama banget dulu, ya pakai MTB (Montain Bike) terus sempat ganti folding bike juga," ungkapnya, ketika dijumpai Rabu (30/9/2020).
• BUAH BIBIR - Berawal dari Hobi Memasak, Maria Imaculata Laksmita Putri Kembangkan Bisnis Kuliner
Tetapi, lama-kelamaan, gowes ini bukan lagi perkara iseng bagi Leony.
Pasalnya, ia merasa bersepeda bukan sekadar olahraga biasa, namun cocok buat endurance.
Alhasil, ia memilih hijrah, dari jenis folding menuju roadbike.
"Jadi, mulai 2020 coba pakai roadbike. Nah, setelah pakai roadbike ini, aku tertantang buat improve di endurance ya, sama power cadence-nya," terangnya.
Benar saja, Leony pun mulai memberanikan diri menempuh jarak puluhan kilometer dengan sepeda anyarnya.
Mulai dari Pantai Parangtritis, sampai dataran tinggi Klangon, berhasil ditaklukkannya, meski harus disertai jerih payah.
• BUAH BIBIR – Ika Oktaviani Risanti Mencari Peluang Sesuai Passion
"Kalau jarak jauh itu, selain untuk olahraga enaknya juga sekaligus bisa melihat pemandangan keren. Di Yogya ini, banyak spot menarik dan masih alami buat trek sepeda. Sawah, gunung, bukit, komplit lah," jelasnya.
Walau begitu, Leony mengingatkan supaya para pegowes bisa mengukur batas kekuatan sendiri, khususnya saat trek menanjak.
Menurutnya, jangan sampai pesepeda hanya mementingkan gengsi dan abaikan keselamatan.
"Sekarang kan banyak yang sepedaan karena ikut tren, tapi salah kaprah. Mereka paksakan push, padahal sudah nggak kuat. Cuma gara-gara gengsi, malah merugikan diri sendiri. Jangan sampai seperti itu lah," tandasnya.
"Padahal, kalau benar-benar dinikmati, trek menanjak itu menyenangkan, selama kita tidak memaksakan diri. Terus, pulangnya itu yang bikin nagih, bisa ngebut tanpa perlu gowes sepeda," pungkas Leony sembari tertawa. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/leony-syahne.jpg)