Update Corona di DIY

Sebanyak 205 Karkes di Sleman Terpapar COVID-19 Sejak Awal Pandemi

Ratusan karyawan kesehatan (karkes) di Sleman terpapar COVID-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat sejak awal pandemi COVID-19 ada 205 terpapa

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memberikan keterangan pada wartawan di Pringsewu, Sleman, Rabu (23/09/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan karyawan kesehatan (karkes) di Sleman terpapar COVID-19.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat sejak awal pandemi COVID-19 ada 205 terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan pihaknya memang tengah gencar melakukan skrining terhadap karkes. Skrining semakin digencarkan sejak awal Agustus lalu.

"Total dari awal pandemi ada 205 karkes. Kalau skrining karkes belakangan ada 137. Kami mulai gencarkan pada awal Agustus, termasuk skrining di puskemas dan seluruh rumah sakit," katanya pada wartawan, Rabu (23/09/2020).

Sudah Tidak Ada Penularan, Tracing Pasar Cebongan Selesai

Ia mengungkapkan karkes yang terpapar COVID-19 justru karkes yang tidak bersinggungan dengan pasien COVID-19. Kebanyakan karkes bertugas di poliklinik maupun bangsal yang melayani pasien umum.

"Pasien asimtomatik kan tidak bergejala, jadi kalau pakai thermogun ya tidak bisa terdeteksi, karena tidak demam. Misalnya mau periksa kehamilan, kan petugas tidak tahu kalau ternyata asimtomatik,"ungkapnya.

Terlebih lagi kasus positif COVID-19 di Kabupeten Sleman didominasi oleh pasien positif asimtomatik.

Ia mencatat pasien asimtomatik di Kabupaten Sleman mencapai 86,5 persen.

Dengan demikian pasien lebih banyak yang menjalani karantina di faskes darurat daripada rumah sakit.

"Kapasitas rumah sakit di Sleman saat ini masih mencukupi, baru terisi 40 persen. Karena banyak yang asimtomatik, justru asrama haji yang banyak," lanjutnya.

Tiga Kompetisi Besar Berlangsung di Yogya, Sekda DIY Tak Ingin Ada Klaster Olahraga

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit agar memperketat penerapan protokol kesehatan di rumah sakit.

"Saya sudah sampaikan ke direktur (rumah sakit) agar protokol kesehatan tidak boleh lengah. Karena sudah lama berdampingan dengan COVID-19, lama-lama jadi biasa, itu tidak boleh. Protokol kesehatan harus disiplin, dipakai terus,"ujarnya.

Terkait tingginya penambahan pasien COVID-19 di Sleman, Sri Purnomo menyebut diketahui lebih awal lebih baik.

Sebab penanganan terhadap pasien juga akan semakin optimal dan cepat. Ia mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

"Menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi penting, karena itu adalah preventif awal,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved