Breaking News:

Lima Sektor Usaha Ini Bakal Jadi Fokus Kementerian Koperasi dan UKM

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan mengembangkan lima sektor UMKM dalam lima tahun ke depan

Istimewa
Koperasi dan UKM Expo 

TRIBUNJOGJA.COM -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan mengembangkan lima sektor UMKM dalam lima tahun ke depan. Kelima sektor itu yakni pertanian dan perikanan, makanan dan minuman, furniture dan kerajinan, fashion serta pariwisata.

Hal ini karena kelima sektor tersebut memiliki prospek pasar yang cukup besar. Kemudian, bahan baku kelima sektor itu sebagian besar ada di dalam negeri.

“Kita ingin meningkatkan daya saing baik kualitas maupun skala ekonomi dari usaha yang dikembangkan oleh UKM Indonesia,” kata Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, dalam diskusi virtual, seperti dilansir Kontan, Kamis (17/9/2020).

Meski bahan baku sebagian besar berada di dalam negeri, Victoria mengingatkan agar UKM menggunakan bahan baku dengan efektif dan efisien. Serta memperhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan.

“Kita harus sudah mulai memperhatikan aspek keberlanjutannya dan pengelolaan lingkungan hidup yang saling terkait. Tidak boleh semena–mena yang berakibat dan tentu akan berdampak pada pendapatan UKM di masa mendatang,” ujarnya.

Victoria menjelaskan, pengembangan UKM ke depan untuk meningkatkan daya saing. Baik kualitas maupun skala ekonomi dari usaha yang dikembangkan oleh UKM Indonesia. Selain itu, sebaiknya produk UKM telah terstandarisasi, dan berupaya mendapatkan sertifikat global.

“Kalau sudah punya standar, sertifikat global, proses bisnis efisien, maka harga bersaing, kompetitif. Bukan murah, tapi bersaing. Produk harus mengikuti tren pasar, termasuk sistem logistiknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam situasi pendemi covid-19 saat ini, produk–produk impor dinilai tidak mudah masuk ke dalam negeri. Pasalnya produksi di negara asal terhambat dengan adanya kondisi saat ini. Sehingga stok barang impor terbilang terbatas. Hal itu seharusnya dapat menjadi peluang UKM untuk mensupply kebutuhan tersebut.

“Peluang UKM untuk mengisi, untuk subsitusi, 2 tahun ke depan adalah golden time bagi UKM untuk menguasai pasar domestik. Pasar domestik kita ada 262 juta penduduk, ini sangat prospek. Harusnya UKM kita mendapatkan peluang besar, bagaimana mendorong masyarakat Indonesia membeli produk UKM,” ujarnya. (*)

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved