Breaking News:

Hasil Penelitian Terbaru : Insomnia Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Faktor risiko potensial ini termasuk konsumsi alkohol, melewatkan sarapan, tidur siang, gangguan kecemasan, natrium urin, asam amino dan insomnia

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ist
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - International Diabetes Federation (IDF) mengungkap bahwa sekitar 463 juta orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes pada 2019. Pada 2015, sekitar 9% dari semua orang dewasa menderita kondisi tersebut.

Diabetes adalah suatu kondisi di mana gula atau glukosa menumpuk di aliran darah alih-alih diserap ke dalam sel.

Hal ini terjadi ketika sel-sel kehilangan kemampuannya untuk memproduksi hormon insulin atau, pada diabetes tipe 2, mereka mengembangkan resistensi insulin dan tidak dapat menggunakannya secara produktif.

Selama bertahun-tahun, para peneliti menemukan faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Cara Menurunkan Kadar Gula dalam Darah dengan Cepat Saat Terjadi Hiperglikemia Penderita Diabetes

Faktor risiko potensial ini termasuk konsumsi alkohol, melewatkan sarapan, tidur siang, gangguan kecemasan, natrium urin, asam amino dan faktor inflamasi tertentu, dan kurang tidur.

Sebuah studi baru yang muncul di jurnal Diabetologia mengidentifikasi 19 faktor risiko diabetes tipe 2.

Para peneliti yang berbasis di Swedia selanjutnya mengevaluasi 21 faktor risiko yang memiliki bukti langka, dan 15 lainnya yang mengurangi risiko kondisi tersebut.

Tim menggunakan metode yang disebut 'pengacakan Mendelian' (MR) untuk mendapatkan temuan mereka. Teknik ini memadukan informasi genetik dan metode epidemiologi konvensional.

Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes: Cara Mengenali Gejala dan Penyebab Turunnya Kadar Gula Darah

Ini juga membahas pertanyaan yang berkaitan dengan kausalitas tanpa bias yang dapat membahayakan validitas pendekatan epidemiologis.

Associate professor Susanna Larsson dan Shuai Yuan dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, menggunakan data dari konsorsium Diabetes Genetics Replication and Meta-analysis.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved