Breaking News:

Ciri Orangtua yang Terlalu Protektif dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Anak

Orangtua yang terlalu protektif atau overprotective sebenarnya memiliki tujuan baik, hanya saja caranya kerap kali kontraproduktif

Elite Readers
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Orangtua yang terlalu protektif atau overprotective sebenarnya memiliki tujuan baik, hanya saja caranya kerap kali kontraproduktif terhadap perkembangan anak.

Mereka akan berusaha melindungi anak dari rasa sakit fisik, mental, atau emosional. Mereka ingin memastikan bahwa anak-anak mereka sukses, sehingga mereka dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang mungkin terjadi ke depannya.

Masalahnya adalah mereka sering kali terlalu mendominasi pengambilan keputusan atas nama anak mereka. Mereka juga percaya bahwa merekalah yang paling tahu yang terbaik buat anak.

Kecenderungan untuk melindungi, menyangga, dan memanipulasi ini dapat terwujud dalam banyak cara.

Gejala Asam Lambung Pada Anak dan yang Perlu Dilakukan untuk Mengatasinya

Berikut ini beberapa contoh pola asuh yang terlalu protektif:

1. Mengontrol pilihan

Orangtua terlalu mendominasi keputusan anak. Misalnya dalam memilih baju atau memilih mainan yang mereka suka.

Anak-anak tidak diberikan kebebasan untuk memilih, sementara orangtua yakin bahwa pilihannya lah yang paling baik.

Ini secara tidak langsung mendorong rasa ketidakpercayaan dan berasumsi bahwa Anda lebih tahu.

Penting untuk memberi anak ruang untuk mempertimbangkan pilihan mereka sendiri.

Halaman
1234
Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved