Tips Mengendalikan Penyakit Diabetes dan Gula Darah dengan Olahraga
Dengan intensitas olahraga yang lebih banyak, proses pembakaran glukosa akan meningkat dari waktu ke waktu dan memicu penurunan resistensi insulin.
Setelah delapan minggu, partisipan yang melakukan latihan aerobik dan latihan ketahanan tubuh mengalami penurunan gula darah, dan berhasil mengurangi resistensi insulin.
Tentu saja hasil ini tidak ditemukan pada partisipan yang sama sekali tidak berolahraga. Durasi berolahraga bagi penderita diabetes Sama seperi orang yang dalam kondisi sehat, mereka yang memiliki diabetes perlu berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu.
Demikian rujukan yang dikeluarkan American Diabetes Association. "Jika kita belum berolahraga, jangan biarkan durasi waktu 150 menit mengintimidasi," kata Hsu.
Menurut dia, olahraga dalam bentuk apa pun jauh lebih baik daripada sama sekali tidak berolahraga. "Kita bisa mengawali dari olahraga dengan intensitas rendah dan menambah intensitasnya perlahan-lahan," ujar Hsu.
American Diabetes Association merekomendasikan agar penderita Diabetes Tipe 2 atau yang berisiko mengalami kondisi tersebut berolahraga setiap hari. Rekomendasi ADA juga menyebutkan, kita tidak boleh melewatkan olahraga atau aktivitas fisik lebih dari dua hari.
• Agar Gula Darah Stabil, Simak 4 Tips Makan Sehat Bagi Penderita Diabetes
Sebagian besar jenis aktivitas fisik dapat dihitung sebagai olahraga, entah itu berkebun, atau berjalan kaki. "Jika kita berjalan kaki, kita harus berjalan kaki secara cepat agar keringat keluar," kata Hsu mengingatkan. Jenis aktivitas fisik lain dengan intensitas sedang yang bisa dilakukan penderita diabetes yaitu memotong rumput, berenang, bermain tenis, atau mengendarai sepeda.
Sebuah studi ilmiah 2019 yang diterbitkan dalam The International Journal of Exercise Science meneliti 905 penderita diabetes tipe 2 yang sebelumnya kurang aktif. Mereka diminta melakukan latihan aerobik, latihan ketahanan, atau kombinasi keduanya selama 49 menit tiga kali seminggu.
Hasilnya, ketiga jenis latihan yang dijalani partisipan mengurangi kadar hemoglobin A1c, yang mengukur rata-rata glukosa darah dari waktu ke waktu.
Latihan kombinasi memiliki dampak terbesar dalam pengurangan kadar hemoglobin A1c, diikuti latihan aerobik dan latihan ketahanan. Jadi terbukti, menjadikan olahraga sebagai rutinitas merupakan sebuah keharusan untuk mengendalikan diabetes dan gula darah.
Hal itu bisa dilakukan dengan berjalan kaki saat jam makan siang, atau melakukan aktivitas apa pun yang memudahkan kita mencapai target olahraga 150 menit per minggu. Cara aman berolahraga bagi penderita diabetes Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita diabetes, namun kita harus melakukan tindakan pencegahan.
"Bagi penderita Diabetes tipe 1, olahraga dapat menurunkan gula darah secara drastis," kata Hsu. Jika jumlah gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), penderita diabetes dapat mengalami komplikasi kesehatan, termasuk kejang dan koma. Sehinga -dalam rujukan ADA disebutkan, orang dengan diabetes tipe 1 harus merencanakan latihan dengan hati hati, termasuk memperhatikan asupan makanan dan dosis insulin. Bagi penderita diabetes, sebaiknya ukur kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah olahraga.
• Cara Menurunkan Kadar Gula dalam Darah dengan Cepat Saat Terjadi Hiperglikemia Penderita Diabetes
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan jika seseorang dengan diabetes mempunyai rencana untuk berolahraga rutin.
Antara lain:
1. Konsultasi kepada dokter
Konsultasikan kepada dokter jika kita pernah mengalami komplikasi kesehatan lain dengan diabetes, seperti masalah mata, penyakit jantung, atau stroke.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diabetes-tipe-2.jpg)