Bantul

Melihat dari Dekat Situs Masjid Kauman Pleret

Dibangun sekaligus menjadi peninggalan dari Raja keempat Mataram Islam, Amangkurat 1 atau Amangkurat Agung yang tidak lain merupakan putra dari Raja m

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Situs masjid Kauman yang merupakan cagar budaya peninggalan Kasultanan Mataram Islam. Lokasinya di Dusun Kauman, Pleret, Bantul. 

Di sebelah barat, terdapat tumpukan batu putih dengan lubang pada bagian tengah.

Di sana diyakini sebagai lokasi yang digunakan oleh imam zaman dahulu untuk memimpin salat.

Namun itu masih sebatas dugaan sementara.

Sebab, sampai saat ini, diakui Rustam belum diketahui secara pasti ukuran dan bentuk pasti masjid peninggalan sejarah itu.

"Bentuk bangunan utamanya seperti apa. Pintu dan jendelanya seperti apa. Ketebalan temboknya berapa, sampai sekarang belum diketahui," jelas dia. Menurut dia, belum ada bukti ataupun catatan yang dapat menerangkan detail mengenai bangunan masjid peninggalan Mataram Islam tersebut.

Satu-satunya catatan yang dapat menggambarkan tentang Masjid Ageng Keraton Pleret hanya pada catatan Lons yang ditulis Leemans (1855), pada kunjungannya tanggal 13 Agustus 1733 terlihat bahwa Masjid yang sudah rusak tersebut berukuran besar.

Berbentuk segi empat dan mempunyai tiga pintu disebelah timur.

Mempunyai serambi depan yang besar dan dikelilingi tembok tebal dan tinggi.

Tiga Peristiwa Penting Bersejarah di Bulan Muharram yang Perlu Kamu Tahu

Dari catatan Dinas Kebudayaan DIY yang tertulis di area situs diterangkan, situs masjid Kauman yang merupakan bekas Masjid Ageng Keraton Pleret itu merupakan peninggalan pada abad XVII.

Pada penelitian arkeologis yang dilaksanakan pada tahun 2003 - 2009 di lokasi tersebut berhasil ditemukan struktur bangunan masjid berbahan bata dan batu putih.

Ditemukan juga fragmen keramik, fragmen gerabah, fragmen tulang binatang dan Keris.

Pada salah satu bagian serat babad momana (Karya Suryanegara, 1865) kemudian pada babad Ing Sengkala disebutkan, bahwa Masjid Ageng Keraton Pleret dibangun pada tahun 1571 J (tahun Alip) atau tahun 1649 Masehi.

Yaitu dua tahun sejak kepindahan Susuhunan Amangkurat 1 ke Keraton Pleret pada tahun 1647 Masehi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved