Update Corona di DIY
Karkes di Sleman Rentan Paparan COVID-19
Karyawan kesehatan (karkes) termasuk tenaga kesehatan (nakes) rentan terpapar COVID-19. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Slem
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Karyawan kesehatan (karkes) termasuk tenaga kesehatan (nakes) rentan terpapar COVID-19.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo.
Ia mengatakan secara akumulatif ada 695 kasus COVID-19.
Dari 695 kasus positif COVID-19, 262 adalah kontak tracing, 115 adalah skrining karyawan kesehatan termasuk tenaga kesehatan, 114 adalah pelaku perjalan, dan 165 sisanya adalah skrining umum.
"Sebetulnya kalau dilihat dari data, memang penambahan banyak itu karena skrining karyawan kesehatan, termasuk di dalamnya tenaga kesehatan. Selain karkes, yang banyak terpapar adalah pelaku perjalanan,"katanya, Senin (14/09/2020).
• Menko PMK : Perokok dengan Komorbid Rentan Terpapar Covid-19
Ia menduga banyak faktor yang menjadi penyebab karkes terpapar COVID-19. Namun uniknya, penularan COVID-19 justru tidak banyak terjadi bangsal atau poli COVID-19.
Hal itu karena karkes yang bertugas telah memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai levelnya.
Paparan COVID-19 di wilayah Sleman justru banyak terjadi di poliklinik dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tidak menangani COVID-19.
Menurut dia, paparan karkes di luar bangsal dan poli COVID-19 berasal dari pasien.
"Poli atau IGD kan tidak tahu status pasien. Misalnya pasien periksa sakit perut karena diare, kan dokter atau karkes tidak tahu pasien terpapar COVID-19 atau tidak. Paparan COVID-19 justru tidak terjadi di poli atau bangsal COVID-19, ya ada tetapi hanya satu atau dua. Karena mereka pakai APD lengkap," terangnya.
Selain ketidaktahuan status pasien, faktor lain yang menyebabkan meningkatnya penularan COVID-19 adalah kelonggaran aktivitas di berbagai sektor.
Meski bekerja sebagai karkes, bukan tidak mungkin karkes juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.
"Yang menjadi Malasah itu kalau ada kelonggaran ketentuan. Misalbya saat ini sudah ramai liburan. Karkes kalau libur kan juga bagian dari masyarakat, melakukan aktivitas bersama masyarakat. Saat ini banyak kelonggaran, banyak yang bersepeda, hajatan juga, dan lain-lain,"lanjutnya.
Terpisah, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan sampai tanggal 11 September 2020, ada 23 karyawan di RSUD Sleman yang terkonfirmasi positif COVID-19.
• Dinkes Sleman Sebut Penularan di Pasar Cebongan sebagai Klaster
"Empat diantaranya adalah dokter atau tenaga medis. Saat ini pegawai yang Terkonfirmasi positif COVID-19 sudah mendapatkan perawatan di bangsa COVID RSUD Sleman,"katanya.
Tidak hanya di RSUD Sleman, karkes terpapar COVID-19 juga terjadi di Rumah Sakit PKU Gamping.
Humas RS PKU Gamping, Hepy Setyo Dewanto mengungkapkan saat ini ada 10 karkes yang terkonfirmasi positif COVID-19, termasuk satu direksi.
Sejak beberapa waktu lalu, RS PKU Gamping memang tengah gencar melakukan skrining bagi ssmua tenaga kesehatan.
Hal itu bertujuan untuk melindungi pasien, pengunjung, dan keluarga besar RS PKU Gamping.
"Untuk menjaga keselamatan pasien, rumah sakit telah melakukan pengetatan protokol kesehatan sesuai standar pemerintah. Termasuk melakukan general cleaning secara rutin, di seluruh area rumah sakit. Ini sebagai upaya pemutusan rantai penularan COVID-19,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/breaking-news-nakes-postif-covid-19-puskemas-depok-1-tutup-hingga-selasa.jpg)